TUJUH TIPS BAGAIMANA BELAJAR BAHASA BARU: Dari Penerjemah TED

Tulisan ini dikembangkan dari situs resmi Lesson Worth Sharing: TEDEd untuk menjadi tulisan dengan bahasa yang santai dan lebih mampu dimengerti. (semoga) -__-"
Oke, langsung saja..
Mengetahui lebih dari satu bahasa merupakan hal yang sangat bermanfaat bagi otak. Tapi apa nih kira kira cara terbaik dalam mempelajari tiap bahasa Asing? Nah kebetulan sekali kalau relawan dari TED's Open Translation Project membagikan sedikit pengalamannya dalam mempelajari bahasa Asing. Pengalaman tersebut dikemas kedalam bentuk tips tips yang harus/wajib kita lakukan sama sama. Apa sajakah tips tips itu? So, berikut 7 tipsnya;

  • CAPAIAN SEDERHANA
Tentukan capaian kita dalam mempelajari bahasa tersebut. Capaian ini harus dikemas sesederhana mungkin. Mengapa? Karena hal tersebut berkaitan dengan motivasi kita dalam mempelajarinya. Apabila capaian itu terlalu rumit, maka hal tersebut akan menjadi beban terhadap diri kita. Sebaliknya, apabila capaian itu dibuat sederhana, maka hal tersebut tidak akan menjadi beban terhadap diri kita.
   Penerjemah bahasa Jerman, Judith Matz, mengemukakan bahwa "Pada awal mempelajari bahasa baru, tuliskan tiap 50 kata untuk selanjutnya dipraktekkan ke orang orang di sekitaran kita baik secara daring maupun luring. Kemudian, perlahan lahan pelajari tata bahasanya melalui percakapan kita ke orang orang tersebut". Beliau meyakinkan bahwa dari 50 kosakata tersebut, secara tidak sadar akan berkembang melalui percakapan kita dengan orang orang.
  • GAYA HIDUP
Elisabeth Buffard telah mengajar bahasa Inggris selama 27 tahun. Beliau mengatakan bahwa "KONSISTEN" merupakan kunci untuk membedakan siswa yang paling sukses daripada siswa yang lain. Maksudnya apa? Kekonsistenan merupakan kunci keberhasilan dalam mempelajari suatu bahasa Asing. Untuk menumbuhkan rasa tersebut, beliau menyarankan bahwa tumbuhkan kebiasaan di dalam diri kita dalam mempelajari bahasa asing. Lalu, kebiasaan tersebut dijadikan sebagai salah satu poin terhadap gaya hidup kita.
   Sebagai contoh, saya menyukai jogging (lari lari kecil) di sebuah alun alun kota tempat saya tinggal. Dan setiap saya jogging, saya memegang sebuah hafalan kecil untuk saya pelajari. Jadi pada saat lari lari, saya pun sambil menghafalnya. Dan disitulah gaya hidup saya dalam mempelajari bahasa Asing (Olahraga sambil menghapal). Hal ini sangat berpengaruh terhadap kekonsistenan saya pribadi. Bagaimana tidak? Pada saat letih pun (lari lari) saya tetap mempelajarinya, apalagi pada saat dalam keadaan yang santai.
  • RUMAH SEBAGAI PEMBELAJARAN BAHASA ASING
   Semakin kita mengundang bahasa Asing ke dalam rumah kita, semakin membudidaya bahasa tersebut di dalam otak kita (kebiasaan sehari hari). Maksudnya apa? Olga Dmitrochenkova mengatakan bahwa "Gunakan benda benda yang ada di dalam rumah untuk memperoleh kosakata kosakata baru dari bahasa yang kita pelajari". Sebagai contoh, kita bisa membeli stiky note untuk memberi label (kosakata bahasa asing) pada setiap nama nama benda yang ada di dalam rumah.
  • PEMANFAATAN TEKNOLOGI
Biarkan teknologi membantu Anda. Dmitrochenkova memiliki ide yang sangat bagus, "Hal yang mudah dilakukan seperti menyetel ulang bahasa di Handphone dapat membantu kita mempelajari kata-kata baru".
   Atau kita bisa mencari kesempatan belajar yang lebih terstruktur secara daring. Misalnya penerjemah Belanda, Els De Keyser, merekomendasikan aplikasi "Duolinguo" untuk mempelajari tata bahasa, dan aplikasi "Anki" untuk menghafal kosa kata dengan kartu kilatnya yang cerdas.
  • PIKIRKAN HAL HAL YANG MENARIK
    Pikirkan bahwa belajar bahasa sebagai pintu gerbang menuju pengalaman baru. Bagi penerjemah bahasa Spanyol, Sebastián Betti, beliau mengatakan bahwa belajar bahasa selalu berfokus pada pengalaman baru, mulai dari "mengunjungi tempat hiburan, menikmati puisi koboi dan festival folk-rock". Dengan kata lain, dia memikirkan hal-hal yang menyenangkan pada saat mempelajari bahasa Asing, dan menjadikannya kesempatan belajar bahasa baru.
   Tak hanya Sebastián Betti, tetapi juga banyak penerjemah dari TEDed membagikan tips yang sama. Sebagai contoh, penerjemah Italia dan Prancis, Anna Minoli yang belajar bahasa Inggris dengan menonton film favoritnya. Sementara penerjemah bahasa Kroasia, Ivan Stamenković, tiba-tiba menyadari bahwa dia dapat berbicara bahasa Inggris pada saat duduk di kelas lima setelah bertahun-tahun menonton Cartoon Network tanpa subtitel. Jadi lain kali, temukan suatu hal hal yang menyenangkan dari bahasa yang ingin kita pelajari.
  • TEMUKAN JARINGAN YANG LEBIH LUAS
    Berinteraksi dalam bahasa baru adalah kunci untuk memperluas jaringan kita dalam menemukan teman teman baru. Biasanya nih yah, kita kesusahan dalam menemukan penutur asli di sekitaran kita. Jadi penulis sarankan agar mencarinya secara daring. Dengan catatan, mereka (penutur asli) merasa sukarela untuk saling membantu dalam mempraktikkan bahasa masing-masing.
   Dengan ini, penulis memberikan beberapa pranala Whatsapp group yang mungkin bisa dipertimbangkan untuk mempraktekkan bahasa Asing kita kepada penuturnya langsung (memperluas jaringan). Silakan bergabung dengan menekan pranala berikut:
Catatan: Disarankan agar mampu berbahasa Inggris terlebih dahulu.
  1. We speak Indonesia 
  2. Portugis/English  
  3. Franch Space 
  4. Spanish Space 
  5. Improve English 
  6. Urdu
  7. Persian
  8. Arabic
  9. Turki
  10. Mandarin
  11. Aprendemos Português
  12. Wir lernen Deutch (Jerman)
  13. Hindi
  14. We Learn Lingala
  15. Hebrew
  16. Discimuse Latine (Latin)
  17. Hablamos Español
  18. Rusia
  19. Parliamo Italiano (Italia)
  •  JANGAN KHAWATIR MEMBUAT KESALAHAN
     Salah satu hambatan yang paling umum untuk bercakap-cakap dalam bahasa baru adalah rasa takut melakukan kesalahan. Padahal ada kalanya penutur asli mengerti keadaan kita. Mereka justru menganggap bahwa kita adalah seorang yang jenius dan berbakat dalam dunia bahasa. Mereka akan menghargai usaha kita dan bahkan membantu kita untuk memperbaiki kesalahan. Penulis mempunyai pengalaman nih dimana penulis mempraktekkan bahasa Belanda kepada salah satu orang tua yang telah lanjut usia. Hingga akhirnya saya dan orang tua tersebut sudah seperti cucu dan kakek.
   Nervous menyarankan bahwa cobalah menguji kemampuan bahasa kita dengan penutur asli yang sedikit lebih muda atau justru lebih tua. Dan bersabarlah dalam membangun hubungan kita dengan penutur asli tersebut. Semakin banyak kita berbicara, semakin dekat hubungan kita yang akan berpotensi terhadap apa yang kita cita-citakan (kefasihan asli). 

Demikian 7 tips yang diinterpretasi dari Lesson Worth Sharing: TEDEd. Semoga tips di atas bermanfaat dan jangan lupa untuk membagikan ke seluruh teman teman yang juga menyukai dunia bahasa. Berikut profil saya pada laman TEDed layaknya para pemberi tips di atas, Hasrullah
Sekian, jika ada yang kurang jelas, silakan beri komentar pada kolom komentar di bawah. Wassalamualaikum wr.wb.., See you on top!!
Oh iya satu lagi, bagi teman teman yang kekurangan bahan pustaka untuk mempelajari bahasa asing, silakan masukkan email teman teman di bawah tulisan ini (bukan di kolom komentar). Nanti dikirimkan langsung melalui email. Atau langsung menuju laman berikut, Bahan Pustaka Bahasa. :)

Dapatkan Pustaka Literasi Disini:

0 Response to "TUJUH TIPS BAGAIMANA BELAJAR BAHASA BARU: Dari Penerjemah TED"

Post a Comment