Thursday, November 2, 2017

TERUS BERINOVASI DAN RAIH PRESTASI: KOTA MAKASSAR SELALU MENGINSPIRASI

   Kota Makassar merupakan ibu kota metropolitan Sulawesi Selatan yang terletak pada wilayah zona waktu bagian tengah negara Indonesia, yakni GMT+8 (Greenwich Mean Time). Dengan letak wilayah yang sangat strategis diantara kedua zona waktu lain, mengakibatkan kota Makassar menjadi kota yang sangat berpotensi untuk dilirik oleh negara negara maju lainnya, terutama negara negara ASEAN. Bagaimana tidak? Dengan zona waktu GMT+8, kota Makassar memiliki zona waktu yang sama dengan negara China, Singapura, Malaysia, Brunei dan Filiphina yang akan berdampak terhadap kemudahan dalam melakukan transaksi antar negara. Maka dari itu, sakin strategisnya zona waktu yang kita miliki, perkembangan tingkat perekonomian kota Makassar menjadi sangat pesat pada sektor perekonomian. Bahkan presiden Joko Widodo (Jokowi) pun memuji perkembangan kota Makassar sebagai kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia mencapai 7,9% pada tahun 2016 (Okezone:2017).
"Ini (pujian Jokowi) menjadi motivasi yang sangat kuat bagi kita (pemerintah kota) untuk terus membangun negeri dari timur Indonesia," tegas Wali Kota Makassar yang lebih dikenal dengan nama Danny Pomanto. (Sindonews.com:2017)
   Berkat pujian tersebut, Danny Pomanto selaku Wali Kota Makassar terus mengadakan inovasi inovasi yang berkaitan dengan pengembangan dan kemajuan kota Makassar. Tak tanggung tanggung, demi berdasar pada studi ilmiah, Danny Pomanto dan beberapa rekan kepemerintahan mengadakan sebuah penelitian untuk mengetahui kebutuhan masyarakat setempat. Dari hasil penelitian tersebut, potensi masalah yang terdata menunjukkan bahwa kesehatan yang menjadi poin utama untuk dikembangkan dan disejahterakan kepada masyarakat kota Makassar. Maka, solusi yang diluncurkan dari hasil penelitian tersebut berupa inovasi inovasi dengan nama Home Care dan Longset (Lorong Sehat) sebagai wujud pelayanan kesehatan pada masyarakat kota Makassar tanpa melihat strata sosial. Kedua program tersebut telah berhasil meraih prestasi Top Inovasi nasional sebagai program inovasi layanan kesehatan yang digagas oleh pemerintah kota Makassar.

1. Home Care - Dottoro'ta 
  Dr. Hj. Naisyah T. Azikin, M. Kes selaku Kepala Dinasa Kesehatan Kota Makassar, mengatakan bahwa Home  Care adalah pelayanan kesehatan secara komprehensif dan berkesinambungan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pasien dan keluarga dalam pemeliharaan dan perawatan anggota keluarga yang bermasalah pada kesehatan sehingga dapat meminimalkan dampak penyakit. Khusus untuk kota Makassar, program Home Care merupakan layanan kesehatan gratis tanpa melihat suku asal dan strata sosial.

   Sejak inovasi Home Care kota Makassar diluncurkan pada tanggal 22 Januari 2015 lalu, pemerintah kota Makassar telah berhasil meraih penghargaan Top 35 Inovasi Pelayanan Publik 2016 di Jakarta selatan. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla. Dan hingga kini, program Home Care kota Makassar menjadi inspirasi bagi kota kota besar di Indonesia lainnya. Bahkan teori penelitian dari Home Care tersebut menjadi rebutan bagi para pemerintah pemerintah kota lainnya di Indonesia. 
   "Kami sangat mengapresiasi Program Home Care Makassar. Luar biasa sekali Pak! Pertanyaan saya, bisa tidak program inovasi bapak ini diduplikasi untuk diterapkan di daerah kami juga?" ucap salah satu penanya dari Dinas Kesehatan Pekanbaru, Provinsi Riau, dr. Zaini Rizal Rahim, pada sebuah kegiatan pameran dan simposium Pelayanan Publik Jawa Timur 2017 di Gelora Joko Samudro Gresik, Kamis 18 Mei 2017 (Abdurrahman - Detiknews: 2017)
  Pada program ini, masyarakat tidak selalu harus mendatangi pusat layanan kesehatan. Saat ini, total yang tersedia pada layanan Home Care mencapai 1,4 juta penduduk di 143 kelurahan. Semuanya terhubung dalam layanan daring di 46 puskesmas. Dengan kata lain, masyarakat dapat menghubungi nomor call center yang telah disediakan pada masing masing puskesmas di kota Makassar. Untuk saat ini, data dari situs resmi kota Makassar mencatat sebanyak 46 nomor call center puskesmas yang tersebar di kota Makassar. Dengan nomor sebanyak itu, pemerintah bertujuan agar nomor call center sesuai dengan lokasi masyarakat setempat agar dapat dilayani secara cepat dan tuntas. Disamping itu, terdapat nomor call center yang menjadi pusat layanan kesehatan yang sangat gampang untuk dihapal dan diketahui oleh masyarakat. Nomor pusat tersebut hanya terdiri dari 3 dijit nomor, yakni pusat call center 112.
   Kelebihan tambahan pada program Home Care kota Makassar ini adalah tersedianya layanan mobil operasional yang berjumlah 48 unit dengan nama "Dottoro'ta" yang siap disiagakan dalam waktu 1x24 jam. Mobil Dottoro'ta ini dilengkapi dengan sejumlah obat obatan, tabung oksigen dan alat medis lainnya. Bahkan mobil Dottoro'ta dilengkapi dengan GPS sebagai alat kontrol pasien agar bisa diketahui kondisinya oleh dokter. Dengan kata lain, selama pasien masih dalam perjalanan menuju ke rumah sakit atau puskesmas, dokter dapat menyaksikan kondisi pasien lewat layar monitor. Jadi, saat pasien sudah tiba, dokterpun sudah siap melakukan kelanjutan penganangan dari kondisi pasien yang sudah ditangani sejak awal selama berada di dalam mobil tersebut. Canggihkan? Lalu, bagaimana dengan prosedur pelayanan Home Care kota Makassar ini? Nah, berikut foto dan video bagaimana prosedur pelayanan Home Care kota Makassar.
 
Untuk lebih jelasnya, berikut cuplikan video dari Dinas Kesehatan Kota Makassar
Sumber video: Channel Youtube Dinas Kesehatan Kota Makassar.
2. LongSet (Lorong Sehat)
   Longset atau Lorong Sehat merupakan salah satu program inovasi yang diluncurkan oleh dinas kesehatan kota Makassar. Dengan inovasi tersebut, pemerintah berupaya mewujudkan lorong-lorong sehat yang terdapat di seluruh kota Makassar dengan bantuan dari masing masing pengelolah puskesmas pada tiap kecamatan. Untuk mencapai tujuan dari Longset tersebut, maka ada 12 indikator yang harus dipenuhi; di antaranya program Keluarga Berencana (KB), fasilitas kesehatan, imunisasi dasar lengkap untuk bayi, ASI (Air Susu Ibu) eksklusif, pemantauan pertumbuhan balita, dan pengobatan tuberkolosis sesuai standar. Masing-masing Puskesmas di Kota Makassar harus memiliki binaan Longset yang sebelumnya telah dilakukan pengukuran persentase Pola Hidup Bersih dan Sehat pada masyarakatnya. Setelah Longset ini terbentuk, diharapkan semua permasalahan kesehatan yang dialami oleh masyarakat lorong dapat segera teratasi. 
Sumber: Berita-sulsel.com
   Program Longset ini disebut sebagai bagian dari Sistem Inovasi Informasi Pelayanan Publik (Sinvonik) yang telah dipresentasekan oleh Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, di hadapan dewan juri lomba Inovasi Pelayanan Publik di Jakarta. Dan pada bulan Mei 2017 lalu, program Logset (Lorong Sehat) berhasil masuk pada 99 besar Top Inovasi Pelayanan Publik 2017 versi KemenPAN-RB. 

3. Kota Makassar Mencuri Perhatian Dunia
   Inovasi inovasi pelayanan kesehatan kota Makassar mampu mencuri perhatian dunia untuk mengadakan penelitian terkait pelayanan publik dan kesehatan di kota Makassar. Para peneliti ini berasal dari dua universitas yang berbeda, ialah Universitas Leiden, Belanda dan Universitas Monash, Australia. Kedua universitas tersebut memiliki alasan tersendiri terkait penempatan objek penelitiannya di Kota Makassar.
   Universitas Leiden, peneliti yang bernama David Bissin dan ditemani oleh rekannya bertemu dengan Danny Pomanto. Kedua peneliti tersebut memilih kota Makassar karena rasa penasaran mereka untuk mengetahui keberhasilan pemerintah setempat terkait kemajuan di bidang inovasi pelayanan publik dan kesehatan yang mampu mengharmoniskan dengan kota – kota besar di dunia. Namun kedua peneliti tersebut lebih tertarik meneliti pada bidang politik. Sedangkan Universitas Monash memilih kota Makassar karena pemimpinnya sangat terbuka terhadap program - program peningkatan kualitas hidup masyarakat.
   Universitas Monash sebagai salah satu perguruan tinggi di Australia  yang berhasil memenangkan kompetisi program peningkatan kualitas hidup masyarakat di bidang kesehatan dan lingkungan yang didanai oleh ASEAN Development Bank (ADB) bersama pemerintah Swiss. Mereka kemudian memilih kota Makassar sebagai kota pertama untuk mengimplementasi program tersebut dengan menerapkan konsep pendekatan RISE (Revitalising Informal Settlements and their Environments) sebagai pendekatan teori dan praktik dalam melakukan penelitiannya. 
   Konsep RISE atau Revitalising Informal Settlements and their Environments memilik arti sebagai konsep dalam merevitalisasi permukiman informal dan lingkungannya. Berikut kutipan dari website resmi universitas Monash terkait proyek konsep pendekatan RISE.
"The project, titled Revitalising Informal Settlements and their Environments (RISE), will deploy a novel water sensitive revitalisation approach and examine its environmental and human health benefits. This approach to slum revitalisation addresses the entire water cycle using decentralised, nature-based green infrastructure and housing improvements to bolster resilience and provide safe water, sanitation, flood protection and environmental stewardship" (Diego: 2017)
Artinya: Proyek yang bernama Revitalisasi Pemukiman Informal dan Lingkungannya (RISE), akan menerapkan pendekatan revitalisasi terhadap air, lingkungan dan kesehatan manusia. Pendekatan revitalisasi daerah kumuh ini membahas keseluruhan siklus air dengan menggunakan prasarana hijau berbasis desentralisasi dan perbaikan perumahan untuk meningkatkan ketahanan dan penyediaan air bersih, sanitasi, perlindungan banjir serta pengelolaan lingkungan. (Diego: 2017)
   Secara semantik, istilah "merevitalisasi" merupakan kata kerja Bahasa Indonesia dari kata "Revitalisasi" yang maknanya sebagai suatu proses atau cara dan perbuatan untuk menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya terbengkalai sehingga revitalisasi berarti menjadikan sesuatu atau perbuatan untuk menjadi vital. Sedangkan kata "vital" mempunyai arti sangat penting atau sangat diperlukan oleh kehidupan masyarakat (KBBI Online 2017).  
  •    Sebagai contoh faktual dari penerapan Konsep pendekatan RISE oleh PT. Astra International Tbk, Cabang Kota Makassar, Indonesia. 
      
   Berdasarkan dari paparan diatas mengenai pendekatan konsep RISE tersebut, maka sebenarnya PT. Astra International Tbk telah menerapkan konsep RISE dari Universitas Monash sejak Agustus 2017 lalu. Bagaimana tidak? Terdapat sebuah Pos kesehatan di kelurahan Rappocini yang sempat terbengkalai selama dua tahun disebabkan oleh kondisi fisik bangunan yang tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan puskesmas. Dengan merevitalisasi atau membangun dan mengaktifkan kembali pos kesehatan tersebut, maka secara langsung PT. Astra International tbk, cabang kota Makassar, Indonesia telah berhasil mengimplementasikan program kerjasama pemerintah kota Makassar dengan para peneliti yang berasal dari universitas ternama di Australia, ialah Universitas Monash dengan konsep pendekatan RISE (Revitalising Informal Settlements and their Environments). Terlebih lagi, berdasarkan informasi yang dilansir dari Fajar Online (2017), hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat terkait pos kesehatan kecamatan Rappocini. Dengan kata lain, pos kesehatan yang telah dihidupkan kembali oleh PT. Astra International Tbk tersebut merupakan hal yang vital bagi masyarakat setempat. Terlebih lagi, implementasi konsep RISE di kota Makassar akan memberikan contoh untuk implementasi program serupa pada kota - kota lainnya di dunia, seperti negara bagian Amerika Serikat - Virginia, Brazil - Rio De Janeiro, Fiji dan Mesir.

  Video berikut diambil dari situs resmi Monash University sebagai ilustrasi gambaran mengenai Konsep RISE tersebut yang sama dengan hasil revitalisasi pos Kesehatan di kelurahan Rappocini oleh PT. Astra International Tbk, cabang kota Makassar, Indonesia. Namun, video ini berfokus pada batasan masalah mengenai Water Sensitive atau Pencemaran Air. Kemudian terdapat potensi infrastruktur bangunan yang dapat dihidupkan kembali untuk menunjang kesehatan lingkungan masyarakat.

Sumber: https://www.monash.edu/sustainable-development/capabilities/working-with-water/water-sensitive-revitalisation-of-informal-settlements

  PERSEMBAHAN KARYA INSPIRASI 60 TAHUN ASTRA
   Disamping inovasi inovasi yang telah berhasil meraih prestasi pada bidang pelayanan kesehatan kota Makassar, namun terdapat juga sebuah ancaman potensi yang dapat bermasalah pada salah satu program pelayanan kesehatan kota Makassar,  ialah Home Care - Dottoro'ta. Mengapa? Karena keluhan warga terhadap pelayanan kesehatan tersebut adalah banyaknya nomor Call Center Home Care - Dottoro'ta yang tersebar pada media media online yang tidak semua mampu mengaksesnya secara online. Maka dari itu, untuk meminimalisir suatu potensi masalah tersebut, tulisan ini melahirkan sebuah produk untuk mendukung pelayanan kesehatan kota Makassar sekaligus sebagai wujud tambahan dari PT. Astra International Tbk, cabang kota Makassar, Indonesia terhadap kepedulian akan kesehatan masyarakat kota Makassar.

A.  ASTRA (Aplikasi Sehat Ta' Ri Mangkasara)

 
   Untuk mewujudkan kota yang unggul dalam bidang pelayanan kesehatan kota Makassar. Maka, penulis menciptakan sebuah karya Teknologi Informasi (TI) berupa aplikasi yang berbasis Android dengan nama "ASTRA". Istilah "ASTRA" merupakan kependekan dari "Aplikasi Sehat Ta' Ri Mangkasara" yang berasal dari dialek Lakiung Bahasa standar Makassar dan memiliki arti dalam bahasa Indonesia sebagai Aplikasi Sehat Kita di Suku Makassar (Dalam hal ini adalah orang yang berbahasa Makassar). Sedangkan kegunaan dari aplikasi ini ialah aplikasi yang mampu mempermudah masyarakat untuk menemukan nomor call center pada masing masing puskesmas tiap kecamatan di kota Makassar demi menunjang program Home Care - Dottoro'ta kota Makassar. Selain itu, proses operasional dari aplikasi ini sejalan dengan kamus istilah penyakit umum yang terjadi di kalangan masyarakat. Dalam hal ini, tiap daftar penyakit yang ada pada ASTRA ini memiliki definisi, penyebab dan cara penanggulangannya yang dikoleksi berdasarkan hasil study literature.
   Saat ini, daftar penyakit yang ada pada ASTRA terdiri dari 47 istilah istilah penyakit beserta dengan penjelasannya dan ASTRA akan terus diperbaharui sejalan dengan perkembangan teknologi di kota Makassar. Keuntungan dari ASTRA adalah masyarakat tidak bersusah payah lagi mencari nomor nomor call center Home Care - Dottoro'ta yang tersebar pada jejaring media online dimana hal tersebut membutuhkan jaringan internet (kuota data internet). Dengan kata lain, pengguna ASTRA tidak membutuhkan jaringan internet lagi untuk mengakses aplikasi tersebut (ASTRA bersifat offline yang tidak membutuhkan jaringan internet ataupun jaringan seluler smartphone sekaligus). Terlebih lagi, ASTRA mampu memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang kemandirian pada pertolongan pertama terhadap diri sendiri sebelum akhirnya menghubungi nomor call center Home Care - Dottoro'ta yang tertera pada aplikasi tersebut.
   ASTRA ini berbasis aplikasi Android dimana Indonesia merupakan negara ke 3 pengguna smartphone Android terbesar di Asia - Pacific tahun 2017 (Statista:2017). Dan aplikasi ini sangat responsif untuk pengeluaran smartphone Android terbaru tiap tahunnya.
Berikut video bagaimana ASTRA diakses semudah mungkin, harap saudara(i)ku sekalian perhatikan yah.. :)
ASTRA (Aplikasi Sehat Ta' Ri Mangkasara)
Silakan unduh Disini hanya dengan ukuran 547kb
   Berdasarkan hasil pemaparan diatas, maka ASTRA ini perlu diintegrasikankan pada prosedur pelayanan Home Care - Dottoro'ta kota Makassar karena masyarakat setempat memerlukan nomor call center yang mudah untuk ditemukan. Berikut prosedur pelayanan Home Care - Dottoro'ta kota Makassar setelah diintegrasikan dengan ASTRA,

 B. Sosialisasi (Observasi Partisipatif)


  Pada tahap sosialisasi, penulis mengumpulkan sebanyak 40 Mahasiswa secara langsung untuk menguji kualitas sebuah website dan aplikasi ASTRA dengan menggunakan instrument wawancara. Pengambil sampel dilakukan dengan mengaplikasikan teknik Snowball selama 2 hari, ialah sebuah teknik yang dilakukan untuk mengumpulkan responden yang jumlahnya dari awal sedikit dan lama kelamaan menjadi banyak, layaknya sebuah gulungan bola salju. Pertanyaan wawancara tersebut, penulis mengadopsi sebanyak 5 dari 10 pertanyaan yang diusulkan oleh Sussan Farrel dan Jacob Nielson (2012) tentang User Experience untuk mengetahui respon mahasiswa terkait sebuah aplikasi dan website. Berikut prosedur pengumpulan data hasil uji coba mengenai kualitas sebuah aplikasi dan website.

1.  Penulis menjelaskan program SATU Indonesia dari PT. Astra International Tbk, cabang kota Makassar, Indonesia tentang Blog Competition dengan tema, "Menggali Inspirasi dari Masyarakat Kota Makassar dalam Mewujudkan Kota yang Unggul dalam Bidang Pelayanan Kesehatan" (Satu Indonesia: 2017).
Sumber: www.http://satu-indonesia.com
2. Lalu menjabarkan tentang judul, isi tulisan dan produk tulisan. Pada penjelasan sebuah aplikasi, penulis menjelaskan tentang cara operasional dari ASTRA dan konten dari ASTRA. Tak sedikit dari mereka mengunduh dan menguji coba secara langsung aplikasi kesehatan ASTRA.

3. Kemudian penulis mulai masuk pada sesi wawancara terkait User Experience dari para responder mengenai tulisan dan kualitas sebuah aplikasi. Namun karena sifatnya "Observasi partisipatif", maka penulis tidak boleh diketahui oleh responden bahwa penulis sedang meneliti. Pertanyaan pertanyaan dibawah ini merupakan pertanyaan inti yang dikelola sedemikian rupa pada sebuah percakapan agar jawaban responden mengarah pada pertanyaan berikut,
  • Bagaimana prestasi kota Makassar menginspirasi anda saat ini? Berikan alasannya?
  • Apakah website ini menyediakan informasi yang detail? Berikan alasannya? 
  • Menurut kamu, apakah aplikasi kesehatan merupakan sesuatu yang kamu butuhkan? Berikan alasannya?
  • Apakah tampilan Logo dan Desain latarbelakang ASTRA membuat kamu bosan? Berikan alasannya?
  • Akankah kamu merekomendasikan ASTRA kepada teman-temanmu?
4. Hasil dari wawancara tersebut, para responder diminta untuk berkomentar pada kolom komentar dibawah tulisan ini yang kemudian akan dilakukan analisis dengan mengaplikasikan Model Miles and Huberman (2012); Data Reduction (Mereduksi dan Menyamaratakan Data), Data Display (Data hasil Reduksi ditampilkan pada kolom komentar Blog dibawah) dan Conclusion Drawing (Menggambarkan Kesimpulan).
   Melihat hasil komentar pada kolom komentar dibawah ini, maka Conclusion Drawing menghasilkan respon positif. Berikut alur conclusion drawing,

   Sebagai kesimpulan, terdapat banyak hal yang menjadikan kota Makassar sebagai kota yang penuh dengan inspirasi. Maka, kita sebagai pemuda harus mampu merawat dan terjun langsung untuk membangun kota kita tercinta. Mari terus berinovasi dan raih prestasi karena kota Makassar selalu Menginspirasi.
   Tulisan ini melahirkan sebuah produk yang bermanfaat bagi masyarakat kota Makassar dan sekitarnya. Bukan hanya memetik sebuah inspirasi, tetapi juga memetik manfaat dari sebuah produk aplikasi berbasis Android.  Maka, dengan tulisan ini, penulis mempersembahkan sebuah karya aplikasi kesehatan berbasis Android dengan nama ASTRA (Aplikasi Sehat Ta' Ri Mangkasara) di ulang tahun PT. Astra International Tbk, cabang Kota Makassar, Indonesia yang ke 60 tahun.  
Sumber: www.http://satu-indonesia.com
    Sebagai penutup, sebuah kutipan inspirasi dari Budiono Darsono yang dapat memotivasi kita (khususnya para pemuda kota Makassar) untuk terus berkarya pada bidang Teknologi Informasi (TI), baik berupa aplikasi maupun website. Kutipan berikut diambil dari beranda facebook Fanspage Semangat Astra Terpadu.

Sumber: Facebook Fanspage Semangat Astra Terpadu
Tulisan ini diikut sertakan pada Blog Competition by PT. Astra International Tbk, cabang Kota Makassar, Indonesia.

  Referensi : 
Sartika. M. (2017). Berikut 12 Indikator Longset Makassar. Sulawesi selatan: Makassar. Retrieved from Rakyatku.com

Unknown Author. (2017). Mengenal Longset, Program Inovasi Dinas Kesehatan Makassar. Sulawesi selatan: Makassar. Retrieved from Berita-sulsel.com

Aan Pranata. (2017). Kampus Australia jajal program kesehatan dan lingkungan di Makassar. Sulawesi Selatan: Makassar. Retrieved from Merdeka.com

Mediakom. (2017). Dottoro’ta, Era Baru Layanan Dokter Bergerak. Sulawesi selatan: Makassar. Retrieved from Sehatnegeriku.kemkes.go.id

Naisyah, T, A. (2016). Pelayanan Home Care dan Telemedisin kota Makassar. Sulawesi selatan: kota Makassar. 

Hasrullah. (2015). Penyatuan Zona Waktu Mencapai Tujuan Revolusi Mental. Sulawesi selatan: Makassar. 

Unknown author. (2017). Astra Motor Aktifkan Kembali Pos Kesehatan Kelurahan Rappocini. Sulawesi selatan: Makassar. Retrieved from Fajaronline.com 

Din. P. (2017). Makassar Kota Pertama Implementasi Kualitas Hidup Masyarakat Dari ADB (Asean Development Bank). Sulawesi selatan: Makassar. Retrieved from http://www.inspirasimakassar.com

Unknown author (2017). Curi Perhatian Dunia, Peneliti Universitas Leiden Temui Danny. Sulawesi selatan: Makassar. Retrieved from Makassarmetro.com 

Diego. R. (2017). RISE Landscape Architecture Research Fellow. Australia: Monash University. Retrieved from www.monash.edu

KBBI. (2017). Kamus Besar Bahasa Indonesia: Revitalisasi. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. Indonesia 

Okezone. (2017). Tingkat Perekenomian Kota Makassar sebagai Kota Dunia. Sulawesi Selatan: Makassar. Retrieved from Sindonews.com

Statista. (2017). Market share held by mobile operating systems in Indonesia from January 2012 to July 2017. Asia: Indonesia. Retrieved from www.statista.com 

Ardyani. T. (2017). 20 Penyakit Umum di Indonesia. Yogyakarta: FK-UGM Press. Retrieved from https://kupdf.com

Barewa. T. G et. al. (2016). 30 Jenis Penyakit Menular, Penyebab dan Pencegahannya. Indonesia: Jakarta. Retrieved from Halosehat.com (Sebuah situs terpercaya akan informasi kesehatan).

Sugiyono. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan RnD. Indonesia: Yogyakarta. 

Monday, October 30, 2017

INSPIRASI KOTA MAKASSAR: BERKENDARA SEHAT DENGAN APLIKASI ASURANSI ASTRA

Sumber foto: otobatavia.com
   Sejak munculnya transportasi daring (online) di Indonesia, industri transportasi daring tersebut berkembang dengan sangat pesat di beberapa kota besar Indonesia, salah satunya adalah kota Makassar. Alasan utama melonjaknya penggunaan transportasi daring ini adalah karena soal harga dan kenyamanan. Berdasarkan data dari hasil survei penelitian oleh Crossmedia Link, sebanyak 61% responden mengatakan bahwa layanan efisiensi yang diberikan dengan biaya yang dikeluarkan menjadi faktor yang paling penting dalam menggunakan transportasi daring. Sedangkan, 58% responden juga menjawab alasan menggunakan transportasi daring karena soal kemudahan dan kenyamanan saat memesan langsung dari ponsel mereka.
   Sejak Grab diluncurkan pada tanggal 23 Juli 2016 di kota Makassar, Grab menjadi salah satu transportasi daring yang paling banyak diminati oleh para pengemudi dan penumpang masyarakat kota Makassar. Sehingga perusahaan Astra Motor Makassar pun menggandeng PT. Grab Makassar untuk menggelar pelatihan Safety Riding (Keselamatan Berkendara) di Mall GTC pada tanggal 7 September 2017 lalu. Namun dari 7000 jumlah driver yang terdata, hanya 600 driver saja yang mengikuti kegiatan pelatihan safety riding. Maka, untuk mencapai jumlah ke 7000 driver tersebut, dibutuhkan sebuah aplikasi yang bergandengan dengan aplikasi transportasi daring dimana aplikasinya berupa tips dan trik yang sehat dalam berkendara untuk mencapai tujuan dari keselamatan berkendara. Dengan aplikasi "Asuransi ASTRA (Aplikasi Sehat Ta' Ri Mangkasara)" mampu menembus 7000 driver tersebut yang menggunakan aplikasi transportasi daring. Bukan hanya para pengguna transportasi daring, tetapi seluruh pengendara masyarakat kota Makassar bisa menggunakan aplikasi ini selama mereka memiliki smartphone Android
  • Makna Logo Aplikasi Asuransi Astra (Aplikasi Sehat Ta' Ri Mangkasara)
   Logo daripada aplikasi Asuransi Astra didesain dengan tidak melupakan logo "Asuransi Astra" dimana pada website dari Asuransi Astra, https://www.asuransiastra.com belum memiliki aplikasi yang berbasis Android. Dengan kata lain, para driver dan penumpang akan merasa kesulitan apabila harus membuka websitenya terlebih dahulu melalui Google. Lalu mengetik "Asuransi Astra" untuk menuju ke website resminya. Setelah itu, driver harus mencari label "tips" untuk mengetahui tips dan trik dalam berkendara sehat. Hal ini membuat para driver sangat kesulitan dimana para driver akan membutuhkan sesuatu yang lebih mudah pengoperasiannya. Berdasarkan data penelitian dari Crossmedia Link 2017, sebanyak 58% responden menjawab bahwa alasan penggunaan aplikasi pada ponsel pintar karena soal kemudahan. Maka dibutuhkan sebuah aplikasi yang langsung mengarah pada website tersebut. Aplikasi Asuransi Astra sangat memudahkan bagi para driver untuk menuju langsung ke berbagai macam tips dan trik yang sehat dalam berkendara. Bahkan hanya dengan satu kali klik tanpa harus bersusah payah mencarinya.
   Pada logo aplikasinya terdapat gambar "manusia bersayap" yang memegang sebuah tongkat. Gambar tersebut melambangkan seorang mitologi Yunani bernama Hermes (Lihat ilustrasi foto diatas). Sebuah riset yang dilakukan oleh Friedlanders (1992) mengemukakan bahwa lembaga-lembaga kesehatan lebih memilih menggunakan tongkat Hermes sebagai lambang kesehatan (76%). Maka, penulis mengadopsi lambang Hermes tersebut pada desain logo aplikasi Asuransi Astra sebagai bentuk lambang kesehatan bagi para pengemudi dan kendaraannya.
Skrip Lontara
   Lebih jauh lagi, penulis memberikan sebuah kepanjangan dari istilah "ASTRA", ialah "Aplikasi Sehat ta' Ri Mangkasara". Dimana kepanjangan dari istilah tersebut berasal dari Bahasa Makassar dengan dialek Lakiung yang artinya "Aplikasi Sehat Kita di Makassar". Alasan pemilihan Bahasa Makassar dengan dialek Lakiung karena dialek tersebut merupakan dialek yang paling banyak penuturnya di kota Makassar dan dijadikan sebagai bahasa Makassar standar pada masa kerajaan Gowa di abad ke XVI (16). 
  Dengan demikian, logo daripada aplikasi ini bermakna bahwa "Asuransi Astra" sendiri sebagai dokter yang mampu menyelamatakan para pengemudi dan kendaraannya di kota Makassar dan sekitarnya agar tetap sehat dalam berkendara.
  • Akses Aplikasi Asuransi Astra (Aplikasi Sehat ta' Ri Mangkasara)
   Aplikasi Asuransi Astra berbeda dengan aplikasi sebelumnya dimana isi daripada aplikasi tersebut merupakan tips dan trik yang sehat dalam berkendara. Bukan hanya untuk para pengemudi, tetapi juga untuk kendaraan sendiri. Tips dan trik sehat ini merupakan hasil dari tulisan di website "Asuransi Astra" dimana penulis menciptakan aplikasi tersebut dengan menghubungkan langsung secara daring melalui website Asuransi Astra untuk dijadikan sebuah aplikasi. Tujuan pembuatan aplikasi Asuransi Astra (Aplikasi Sehat ta' Ri Mangkasara) yang berbasis Android disebabkan oleh pengguna Android yang semakin pesat di Indonesia. Terlebih lagi pengguna transportasi daring di Makassar mencapai 7000 driver (Yunus: 2017). Berikut gambaran umum terkait kemudahan dalam mengakses Aplikasi Asuransi Astra. 
 Berbagai macam tips dan trik sehat dan bermanfaat yang telah dipaparkan pada website https://www.asuransiastra.com. Namun sayang, pengunjungnya mungkin masih kurang sehingga tulisan tulisan yang terbaru pun jarang dipublikasikan pada website resminya. Bahkan untuk tulisan yang dipublikasikan tahun 2017 belum ada sama sekali pada laman tipsnya. Maka dari itu, untuk mempermudah akses ke website resmi asuransi astra, penulis membuat aplikasi yang berbasis Android untuk mempermudah para driver (pengemudi) dalam mengakses tips dan trik yang disediakan oleh Asuransi Astra. Sakin mudahnya untuk diakses, penulis mendesain dengan satu kali klik pada aplikasinya untuk langsung menuju ke laman tips https://www.asuransiastra.com
Kelebihan tambahan dari aplikasi ini adalah mampu responsif pada seluruh layar smartphone Android. Dalam hal ini, apapun merk smartphone, ukuran layar smartphone dan tipe smartphone Android, aplikasinya mampu responsif untuk diinstal oleh seluruh pengguna smartphone Android di kota Makassar dan sekitarnya. Terkhusus para driver transportasi daring di kota Makassar. 
Untuk lebih jelasnya terkait kemudahan dalam mengakses aplikasi Asuransi Astra, simak video berikut, 
  • Kesesuaian Aplikasi Asuransi Astra (Aplikasi Sehat ta' Ri Mangkasara) dengan Program Kerja Dinas Kesehatan Kota Makassar.
   Dilansir dari website resmi Dinas Kesehatan Kota Makassar, visi dari dinas tersebut ialah "Makassar sehat dan nyaman untuk semua". Salah satu dari sasaran strategi untuk mewujudkan visi tersebut ialah "Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Yang Merata, Bermutu dan Terjangkau Berbasis Teknologi". Dengan adanya aplikasi Asuransi Astra, maka sasaran strategi dari Dinas Kesehatan kota Makassar mampu terwujudkan dalam menanggulangi kecelakaan lalu lintas dengan mengetahui berbagai macam tips dan trik sehat saat berkendara. Lebih jauh lagi, aplikasi ini sangat didukung kuat oleh prioritas program kerja Dinas Kesehatan Kota Makassar tahun anggaran 2018 pada bagian "Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat", ialah bagian nomor 14, pada poin ke 5 dengan bunyi "Pengembangan media promosi dan informasi kesehatan". Berikut screenshoot datanya,
Sumber: Website resmi Dinas Kesehatan Kota Makassar
  Penulis menginterpretasikan kalimat dari "Pengembangan Media Promosi dan Informasi Kesehatan" ialah sebuah pengembangan media yang mampu menyebarluaskan infromasi kesehatan dengan tidak melupakan sumber dari informasi tersebut sebagai bentuk promosi. Maka, aplikasi Asuransi Astra (Aplikasi Sehat ta' Ri Mangkasara) sangat sesuai dengan prioritas program kerja Dinas Kesehatan kota Makassar pada bagian "Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat" dimana aplikasi tersebut merupakan sebuah pengembangan media yang lebih mudah untuk diakses dari website menjadi sebuah aplikasi berbasis Android. Dan pada aplikasi tersebut berisi berbagai macam informasi berupa tips dan trik kesehatan dalam berkendara. Bahkan bukan hanya kesehatan para driver saja, tetapi juga kesehatan pada kendaraan motor dan mobil untuk dirawat agar kendaraan tersebut mampu bertahan lama. Selain itu, aplikasi ini tidak melupakan sumber dari berbagai macam tips dan trik yang dipaparkan sebagai bentuk promosi dari PT. Astra International Tbk.
  Berdasarkan pemaparan dari data data diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa dengan aplikasi Asuransi Astra (Aplikasi Sehat ta' Ri Mangkasara), dapat menjadi inspirasi yang patut digali dan dikembangkan demi mewujudkan kota Makassar yang unggul dalam bidang pelayanan promosi dan informasi kesehatan berkendara yang lebih mudah dan efektif. Terlebih lagi, pengguna Android diprediksi akan meningkat setiap tahunnya diikuti oleh para driver transportasi daring (online) yang membutuhkan pekerjaan sebagai pengemudi kendaraan. Maka, aplikasi Asuransi Astra (Aplikasi Sehat ta' Ri Mangkasara) bisa menjadi pendamping dari Aplikasi transportasi daring di kota Makassar dan secara hipotesis mampu menembus sebanyak 7000 driver Grab di Kota Makassar, yang tercatat hanya 600 driver saja yang telah mengikuti pelatihan Safety Riding
   Sebagai penutup, penulis mempersembahkan sebuah karya aplikasi di ulang tahunnya PT. Astra International Tbk cabang kota Makassar yang ke 60 tahun. Dengan mengunduh dan menginstal aplikasi Asuransi Astra (Aplikasi Sehat ta' Ri Mangkasara), maka secara langsung para driver atau pengemudi peduli terhadap kesehatannya dan kesehatan kendaraannya sekaligus. Dengan demikian, penulis berharap tulisan ini mampu menginspirasi para pengemudi agar lebih menjaga kesehatan mereka dalam berkendara, terkhusus para pengemudi transportasi daring yang kian hari terus meningkat di kota Makassar. 
  1. Unduh Aplikasi Asuransi Astra  (Aplikasi Sehat Ta' Ri Mangkasara)DISINI
    Ukuran hanya 206kb
Tulisan ini diikut sertakan pada Blog Competition by PT. Astra International Tbk, Cabang kota Makassar, Indonesia.

Referensi:
Unkonwn author. (2016). Tips Asuransi Astra. Jakarta Selatan. Retrivied from: https://www.asuransiastra.com/tips

Yusrin. (2017). 600 Driver Grab Makassar Ikuti Safety Riding. Makassar: Otobatavia.com: retrivied   from: http://www.otobatavia.com/600-driver-grab-makassar-ikuti-safety-riding/.  

Faisal Ramadhoni (2017). Jumlah Pengguna Tranportasi Online Hampir Mencapai 50% dari Total Pengguna Internet. Tekno Jurnal. Retrivied from: https://teknojurnal.com/jumlah-pengguna-tranportasi-online-hampir-mencapai-50-dari-total-pengguna-internet/.

Budiman. A. S. (2014). Makna Lambang Kedokteran. Scribd: Retrivied from: https://www.scribd.com/doc/235267599/Makna-Lambang-Kedokteranf_pdf

Campbell. M. (2012). Makassar and Bugis: Two Short Grammar. South Sulawesi: Vivid Print Service. Retrivied from: http://www.oxis.org/books/bm-grammars.pdf

Nurdin. Y (1988). Pengaruh Bahasa Makassar pada Bahasa Bahasa Aborigin di Australia Utara: (Sebuah Pandangan dengan Kacamata Sosiolinguistik). Makassar: Universitas Hasanuddin, FIB Press. 

Dinkes. (2017). Visi dan Misi Dinas Kesehatan Kota Makassar, Prioritas Program dan Kegiatan Dinas Kesehatan Kota Makassar Tahun Anggaran 2018. Sulawesi selatan: Makassar. Retrivied from: http://dinkeskotamakassar.com/

Friday, October 27, 2017

PROFIL SINGKAT BAHASA DAN SASTRA INGGRIS, FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA, UIN ALAUDDIN MAKASSAR

  Assalamualikum wr. wb ELITERS, pada postingan kali ini, penulis akan menghubungkan secara daring antara website dan aplikasi "Literature Application". Dalam hal ini, aplikasi kamus istilah istilah sastra. Nah, dibawah ini sudah tersedia visi dan misi serta struktur organisasi pada jurusan Bahasa dan Sastra Inggris (disingkat BSI). Namun sebelum membacanya, penulis sarankan agar tak hanya membaca, tetapi juga memahami dan mendalami makna daripada visi misi dibawah. 
   By the way, mungkin kalian bertanya tanya, kenapa harus ditulis pada website ini? Kenapa tidak langsung dihubungkan pada website resminya saja? Baiklah penulis menjawab, pada website resmi BSI UINAM, tampilan website tersebut tidak mampu responsif bagi para pengguna Smartphone di dunia. Maksudnya adalah, ketika kalian membuka websitenya, tampilan website tersebut tidak mampu beradaptasi dengan layar Android, coba deh dibuka, nih website resminya Klik Disini. Nah, ketika kalian membuka websitenya melalui smartphone, maka tampilan websitenya tetap pada tampilan layaknya komputer/laptop ataupun PC. Berbeda dengan website ini, ketika kalian membukanya melalui smartphone Android, maka tampilannyapun responsif untuk dibaca pada layar smartphone. Sedangkan ketika kalian membukanya melalui komputer atau laptop, maka tampilannyapun akan menyesuaikan layaknya website pada umumnya. Itulah yang dinamakan tampilan responsif pada sebuah website. 
   Oke, tanpa banyak basa basi, penulis mempersembahkan, 
Profil singkat jurusan Bahasa dan Sastra Inggris
Fakultas Adab dan Humaniora
UIN Alauddin Makassar. 


VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INGGRIS

Visi

Menjadi Pusat Pengkajian Bahasa dan Sastra Inggris yang Unggul dan Integratif di Kawasan Timur Indonesia tahun 2025.

Misi

  1. Melakukan pengkajian Bahasa dan Sastra Inggris.
  2. Mengembangkan penelitian Bahasa dan Sastra Inggris.
  3. Mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam pengkajian Bahasa dan Sastra Inggris.
  4. Mengasah  keterampilan mahasiswa dalam berbahasa dan bersastra.
  5. Mengaplikasikan ilmu Bahasa dan Sastra Inggris dalam kehidupan bermasyarakat.
  6. Mengembangkan ilmu Bahasa dan Sastra Inggris yang berbasis pengabdian masyarakat (community engagement).
Tujuan
  1. Menyelenggarakan pendidikan yang menghasilkan tenaga ahli di bidang Bahasa dan Sastra Inggris yang memiliki kemampuan untuk  penguasaan ilmu pengetahuan di bidang Bahasa dan Sastra, serta kematangan profesional dalam bahasa.
  2. Menyelenggarakan berbagai kajian dan pengembangan bahasa dan sastra yang diintegrasikan dengan ajaran agama Islam.
  3. Mengadakan penelitian yang dapat menunjang pengembangan disiplin ilmu bahasa dan sastra.
  4. Mengadakan pengabdian masyarakat yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan Bahasa dan Sastra Inggris.
Sasaran
  1. Mengembangkan dan menerapkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pemangku kepentingan.
  2. Meningkatnya jumlah lulusan yang memperoleh pekerjaan dan berkarya di masyarakat sesuai dengan bidang keahlian bahasa dan sastra.
  3. Meningkatnya mutu pengelolaan lembaga kemahasiswaan dan keterampilan mahasiswa.
  4. Meningkatnya kualitas hasil penelitian yang relevan dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat.
  5. Meningkatnya peran serta Jurusan/Prodi Bahasa dan Sastra Inggris dalam memberikan proses edukasi dan literasi khususnya pada Bahasa dan Sastra Inggris di tengah masyarakat.
  6. Meningkatnya fasilitas sarana dan prasarana serta kualitas pelayanan pendidikan.
  7. Meningkatnya kualitas kinerja dan pelayanan bidang akademik dan non-akademik terhadap mahasiswa.
  8. Meningkatnya kerjasama kemitraan dengan instansi di luar jurusan Bahasa dan Sastra Inggris.
  9. Tercapainya lulusan Jurusan/Prodi Bahasa dan Sastra Inggris yang berprestasi dan tepat waktu minimal jangka waktu 4 tahun (delapan semester).
  10. Tersosialisasinya Jurusan/Prodi Bahasa dan Sastra Inggris di masyarakat.
  11. Terbangunnya komunikasi dan kerjasama Jurusan/Prodi Bahasa dan Sastra Inggris dengan alumni.
STRUKTUR ORGANISASI

   Kalau ada yang mau bertanya tanya seputar Visi Misi-nya, silakan menuju ke kantor jurusan. Tetapi, setahu penulis saja bahwa kalian bisa tuh mengambil konsentrasi ilmunya. Dengan kata lain, tujuan fokus kalian mau kemana? Mau ke ilmu Bahasa-kah? atau justru lebih ke ilmu Sastra? Pilihan ada ditangan dan jiwa kalian masing masing.
   Oh iya, jurusan BSI-kan bukan mengarah ke pendidikan, tetapi lebih ke ilmu pasti. Dalam hal ini, mahasiswa yang berada pada jurusan yang sifatnya ilmu pasti (Bahasa dan Sastra Inggris, misalnya) dan bukan pendidikan, seharusnya mahasiswa tersebut memperbanyak kesibukan pada penemuan yang ditulis secara ilmiah atau berupa karya tulis sastra. Kita berbeda dengan pendidikan yang sifatnya pengajaran. Lagian, fakultas kita menyediakan layanan untuk dipublikasikannya Karya Tulis Ilmiah (KTI) kita berupa jurnal. Nah, manfaatkan layanan tersebut untuk memperbanyak penemuan penemuan kita pada cakupan Bahasa (Linguistik) dan Sastra yang sifatnya ilmiah. Saya yakin 100% bahwa Bapak dan Ibu dosen kita bakalan siap membantu dalam penyusunan KTI-nya berupa jurnal.
   Yang sangat disayangkan adalah kita terlambat mendapatkan pelatihan pelatihan mengenai penyusunan KTI, padahal jurusan kita berfokus untuk melahirkan seorang peneliti, bahkan dijadikan poin pertama dan kedua pada misi-nya. Seharusnya kegiatan English Camp-nya diganti menjadi kegiatan pelatihan tentang KTI. Mengapa? Karena tanpa mengikuti English Camp-pun, kita bakalan terdorong juga ke depan untuk bisa berbahasa Inggris, secara jurusan kita memang bahasa pengantarnya adalah Bahasa Inggris. Mau tidak mau, yah harus bisa berbahasa Inggris memang. Berbeda dengan Karya Tulis Ilmiah yang seharusnya diadakan pelatihan Camping-nya diawal awal semester. Jadi, ketika mahasiswa mendapatkan ide dari setiap mata kuliah, mereka sudah mempunyai modal untuk menyalurkan idenya ke dalam bentuk karya tulis ilmiah. 
   Terlebih lagi, menurut jumlah data peneliti dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) tahun 2005 - 2016, jumlah Peneliti di Indonesia sangat kurang: total peneliti Kementrian Kebudayaan berjumlah 819 orang, Peneliti Kementrian Perhubungan berjumlah 160 orang, Kementrian Komunikasi dan Informasi berjumlah 152 orang, Kementrian Sosial berjumlah 86 orang dan Kementrian Pariwisata berjumlah 22 orang. Masih banyak sebenarnya yang kurang, cuma hanya beberapa saja yang penulis sebutkan diatas yang sesuai dengan bidangnya jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Apalagi, LIPI membuka lowongan untuk para peneliti melalui jalur inpassing. Nih beritanya, Ingin Jadi Peneliti? Coba Jalur Inpassing. Keutamaan Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris ini mengarahkan kita untuk menjadi seorang peneliti pada bidang tersebut. Jadi, dari sekarang harus membiasakan diri dengan penelitian. Penulis juga sementara belajar dan terus belajar untuk memperbanyak karya tulis ilmiah. Semata mata hanya untuk membiasakan diri dengan penelitian.

   Demikian tulisan kali ini, semoga "Literature Application" bermanfaat untuk kita semua. Dan apabila ada salah kata atau yang sifatnya menyombongkan diri pada tulisan ini, maafkan saya sebagai penulis, demi Tuhan itu bukan maksud saya. Sebagai penutup, terima kasih sudah menggunakan aplikasinya sebaik mungkin. Dijaga dan dikembangkan aplikasinya karena aplikasi tersebut merupakan penemuan untuk produk lokalnya jurusan kita. Pada penemuan ini, penulis berkolaborasi dengan salah satu mahasiswa BSI angkatan 2014, Andi Ahmad Zahri Napis (Lihat fotonya disamping/diatas) untuk membuat sebuah karya tulis penelitian berupa jurnal dan akan diikutsertakan pada kegiatan peneliti tingkat internasional mendatang. So, wish us luck.. aamiin aamiin yah Allah :) Dan terima kasih juga sudah membaca tulisan saya sampai saat ini. Ada satu pesan dari seorang professor UIN Alauddin Makassar, berikut interpretasi pesannya,
Hey kamu mahasiswa, jangan salah sangka, sebagian besar Bapak/Ibu dosen juga beranggapan dan mempercayai kita bahwa kita sebagai mahasiswa kadang mempunyai analisis yang lebih tajam dimana ketajaman analisis kita mampu menghasilkan ide yang luar biasa.
Wassalamu'alaikum wr. wb.. See you on top!!! aamiin aamiin yah Allah
 Kalian sudah pada unduh aplikasinya? Iya, aplikasinya belum terdaftar masuk ke dalam Google Playstore karena masih tahap pengujian. Namun, kalian tetap bisa mengunduh aplikasinya melalui blog ini. Ibaratnya silakan diunduh secara manual saja dulu sebelum dimasukkan ke Google Playstore. Apabila hasil penelitiannya memuaskan, maka kami berdua akan mengajukan pertimbangan ke pihak kampus, khususnya Jurusan dan Fakultas untuk mendaftarkannya masuk. Dalam hal ini, memasarkan aplikasinya secara meluas melalui Google Playstore. Nih linknya,
  1. Download "Literature Application" of BSI UINAM
    KLIK DISINI

Source and more info:
retrieved from http://bsi.fah.uin-alauddin.ac.id/profil on October 21, 2017
retrieved from http://pusbindiklat.lipi.go.id/pembinaan-peneliti/data-peneliti/ on October 27, 2017

Sunday, October 22, 2017

AYO SEHAT BERSAMA ASTRA (Aplikasi Sehat Ta' Ri MangkasarA')


   Sebenarnya saya berniat untuk melupakan kejadian tahun lalu, dimana saya harus mengalami musibah kecelakaan. Jujur saja, sampai sekarang saya masih terbayang dengan kejadian itu. Entah masih trauma atau bagaimana, tetapi kalau mendengar suara motor yang lagi balapan. Saya langsung shock atau tiba tiba kaget seketika. Bagaimana tidak? Musibah tersebut harus membuat bakat seni saya terancam punah, ialah seni tari, baik tari kontemporer maupun tradisional. Dimana saya harus menggunakan kaki ini untuk aktif menghibur masyarakat, terkhusus untuk masyarakat kota Makassar sebagai tempat lahir saya dan Kabupaten Gowa sebagai tempat tinggal saya saat ini.
   Setiap ketukan Bass pada instrumen musik, disitulah kaki saya akan lebih aktif untuk menciptakan jejak seni. Lompat sana sini yang diiringi dengan irama modern ataupun tradisional. Tetapi sayangnya, saya harus mengalami musibah yang benar benar membuat saya tidak menyangka. Tepat pada bulan Januari 2016, saya mengalami kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kaki saya patah. Hal ini disebabkan oleh mereka yang selalu mengambil hak jalan orang lain dan seketika lari dari tanggung jawab.
   Secara medis saya mengalami fraktur tibia dan fibula, tepatnya patah tulang pada bagian betis. Terlebih lagi, pada saat itu, saya belum mempunyai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit. Maka, seluruh biayapun harus ditanggung oleh keluarga karena pelayanannya masuk pada kategori umum rumah sakit yang jumlahnya sangat fantastis untuk kecelakan berat seperti ini. Saya hanya bisa terbaring kaku bagaikan mayat hidup selama menjalani musibah ini. Setiap saya mendengar musik musik dengan nada sedikit nge-beat, pasti batin saya langsung sakit karena harus memendam hasrat terhadap seni tari. Namun, hal tersebut tidak menjadi halangan untuk saya bisa sembuh dan normal kembali. Dan Alhamdulillah, sekarang sudah kembali. Bahkan sudah memiliki power lagi untuk melakoni bidang seni tari, baik tarian kontemporer maupun tradisional. Saya sempat menulis peristiwa ini dengan judul "Bangkit dari Keterpurukan". Lebih jelasnya, silakan kunjungi tulisan saya pada link berikut, Bangkit dari Keterpurukan.
   Peristiwa diatas terjadi setahun yang lalu sebelum pemerintah kabupaten Gowa mencetuskan untuk mandiri dan memperluas pelayanan kesehatan gratis tanpa adanya integrasi dari BPJS. Tepat pada bulan januari 2017, pemerintah Kabupaten Gowa resmi membentuk tim verifikasi kesehatan untuk mengakses data masyarakat dengan jumlah 119 ribu warga yang sudah keluar dari program integrasi BPJS Kesehatan.
Sumber: Rakyatku Healt. Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat memimpin rapat pembentukan tim verifikasi kesehatan gratis, Kamis (20/4/2017) sore
"Kalau ada warga sakit, yang diluar dari 119 ribu jiwa, tidak punya BPJS, KIS dan sebagainya. Lalu mereka membutuhkan perawatan lanjutan, seperti cuci darah, kemoterapi, pemasangan cincin jantung atau penyakit berat lainnya. Kita akan melakukan verifikasi apakah termasuk kategori untuk mendapatkan tanggungan kesehatan gratis dari Pemda (Pemerintah Daerah) Gowa atau tidak," Papar Adnan Purichta (20/04/2017)
  Hal ini merupakan inovasi yang dilakukan oleh bupati kabupaten Gowa, Adnan Purichta, dalam meningkatkan pelayanan kesehatan secara gratis. Bukan hanya sebagai pelopor terhadap program pendidikan gratis, tetapi juga terhadap program pelayanan kesehatan gratis di kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka Adnan Purichta menggandeng beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membentuk tim verifikasi yang terdiri dari; Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, Inspektorat, Dinas Sosial (Dinsos), Direktur RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Syekh Yusuf dan Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Gowa.
Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Gowa, 2009 - 2013.
    Kabupaten Gowa merupakan tetangga dari kota Makassar. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.883,32 km² dengan total penduduk meningkat setiap tahunnya. Dengan data penduduk sebanyak itu, maka tim verifikasi akan ditempatkan pada bidangnya masing masing. Misalnya pada bagian Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil , bertugas untuk mendata masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan Gratis. Selanjutnya Badan Pengelolaan Keuangan Daerah dan Inspektorat akan menyetujui data tersebut. Dan secara teknis pelayanan, tentu ditugaskan kepada pihak  Dinas Kesehatan dan  RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa.
Foto bagian depan RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa
   Direktur Umum RSUD Syekh Yusuf, Dr. Salahuddin, menjelaskan bahwa pemerintah sudah melakukan kerjasama dengan beberapa rumah sakit di Makassar. "Ada dua rumah sakit provinsi dan satu swasta yang kita lakukan kerja sama. RS Haji sudah siap sejak 1 Januari kemarin. RS Labuang Baji masih proses dan RS Wahidin Sudirohusodo Makassar masih penjajakan," terangnya.

 INSPIRASI 60 TAHUN ASTRA

Logo ASTRA (Aplikasi Sehat Ta' Ri MangkasarA')
  Berhubung karena pada saat saya menjalani rawat inap pasca kecelakaan, saya merasa kesusahan untuk menyuluhkan kesehatan saya kepada dokter yang terkait. Terlebih lagi, Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa memiliki program kerja unggulan sebagai bentuk pelayanan kesehatan. Program tersebut bernama Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Maka, tulisan ini melahirkan sebuah ide berupa produk aplikasi berbasis Android dengan nama "ASTRA" (Aplikasi Sehat Ta' Ri MangkasarA'). Tujuan tercipatanya aplikasi ASTRA adalah sebagai upaya  dalam meningkatkan penyuluhan kesehatan terhadap masyarakat untuk hidup sehat. Berikut beberapa penjelasan terkait aplikasi ASTRA.
  • Latar Belakang Nama ASTRA (Aplikasi Sehat Ta Ri Mangkasara)
"Aplikasi Sehat Ta' Ri Mangkasara" berasal dari bahasa Makassar dengan dialek Lakiung yang artinya "Aplikasi Sehat Kita di Suku Makassar". Kata "Mangkasara'" merujuk pada sebuah kebudayaan dimana Mangkasara' bukan sebagai daerah ataupun kota, melainkan sebuah kebudayaan orang Makassar. Dengan kata lain adalah bahasanya, ialah Bahasa Makassar.  
   Bahasa Makassar atau Mangkasara' dapat dibagi atas beberapa dialek, antara lain dialek Lakiung, Turatea, Bantaeng, Konjo dan Selayar. Dan para penuturnyapun terbagi dari beberapa daerah, tak hanya di kabupaten Gowa sendiri, tetapi juga di beberapa kabupaten dan salah satu kota metropolitan di Sulawesi Selatan. Berikut tampilan peta lokasi penyebaran Dialeknya,
    Pada gambar diatas menjelaskan bahwa Lakiung, Konjo, Selayar, Turatea dan Bantaeng merupakan dialek dari Bahasa Makassar itu sendiri. Sedangkan peta yang ditandai dengan berbagai macam warna hijau merupakan daerah atau tempat bagi para penutur Bahasa Makassar. Terpilihnya bahasa Makassar dengan dialek Lakiung pada nama kepanjangan dari Aplikasi ASTRA disebabkan oleh penuturnya yang lebih mayoritas. Terlebih lagi, dialek Lakiung dijadikan sebagai bahasa Makassar standar dan resmi di Kerajaan Gowa pada abad XVI. Maka Aplikasi ini memiliki peluang yang sangat besar untuk penggunaannya di seluruh wilayah para penutur Bahasa Makassar.
   Yang perlu digaris bawahi disini adalah hanya nama aplikasinya saja yang berbahasa Makassar. Namun isi daripada aplikasi tersebut, tetap menggunakan bahasa nasional yang baku, ialah Bahasa Indonesia.
  •  Informasi Aplikasi ASTRA (Aplikasi Sehat ta' Ri Mangkasara')

   Pada tabel diatas menunjukkan alasan mengapa aplikasi ASTRA ini dibuat sebagai produk yang berbasis Android. Hal tersebut disebabkan oleh pengguna Android smartphone di Indonesia yang setiap tahun meningkat. Saat ini Indonesia berada pada peringkat ke 3 sebagai pengguna Android terbanyak di Asia-Pacific dan diprediksi akan meningkat setiap tahunnya hingga tahun 2022. Selain itu, isi penyuluhan kesehatan terhadap aplikasi ASTRA merupakan daftar penyakit penyakit umum yang dialami oleh masyarakat dan bagaimana penyebab serta penanganannya. Kelebihan tambahan pada aplikasi ASTRA, terdapat daftar nama nama, alamat dan nomor telepon untuk seluruh rumah sakit ternama yang ada di kota Makassar dan Kabupaten Gowa. Nah, berhubung cuaca pada saat ini sedang memasuki musim hujan yang rentang terhadap serangan penyakit. Maka, kalian perlu aplikasi ASTRA ini sebagai penyuluhan kesehatan kalian dengan mengetahui penyebab dan cara penanganannya.
Ini link unduhnya ASTRA (Aplikasi Sehat Ta' Ri MangkasarA).
Apabila gangguan pada saat diunduh, silakan kontak saya Disini.
  • Akses ASTRA (Aplikasi Sehat Ta' Ri Mangkasara') Lebih Mudah
   Dengan aplikasi ASTRA, masyarakat Indonesia, khususnya kabupaten Gowa dan kota Makassar akan lebih mudah dalam menyuluhkan kesehatan mereka dengan memanfaatkan teknologi masa kini. Ditambah lagi, aplikasi ASTRA mampu diperbaharui tiap tahun untuk mengikuti perkembangan zaman. Lebih jauh lagi, pengoperasian dari aplikasi tersebut didesain semudah mungkin untuk dioperasikan oleh seluruh kalangan masyarakat. Dengan kata lain, tak hanya para pemuda, tetapi juga para orang tua mampu mengoperasikan aplikasinya semudah mungkin selama mereka mempunyai smartphone Android. Tampilannyapun tidak akan membuat mata kita cepat suntuk dengan berbagai macam warna yang dipadukan ke dalam aplikasi ASTRA. Jadi, aplikasinya sangat cocok untuk disebar luaskan keseluruh kalangan masyarakat.  Berikut tampilan video bagaimana aplikasi ASTRA ini dioperasikan semudah mungkin,
    Dari video diatas menunjukkan bagaimana cara pengoperasian aplikasi ASTRA, berikut beberapa tampilan dan prosedur pengoperasian ASTRA.
  • Tampilan Awal ASTRA
   Pada tampilan awal, pengguna aplikasi ASTRA akan ditunjukkan langsung berbagai macam daftar nama nama penyakit yang umum dialami oleh masyarakat. Dan daftar tersebut bisa dicari dengan kolom pencarian yang telah disediahkan pada Aplikasi ASTRA (Lihat foto dengan kolom bergaris merah diatas). Hal tersebut bertujuan agar pengguna aplikasi ASTRA tak harus bersusah payah lagi melakukan scroll kebawah untuk mencari nama penyakitnya. Jadi, sifatnya seperti aplikasi kamus pada umumnya. Namun, aplikasi tersebut lebih mengarah terhadap penyuluhan kesehatan masyarakat. Daftar penyakit yang ada pada aplikasi ASTRA merupakan hasil dari kumpulan studi literature dimana terdiri dari 47 nama penyakit yang telah dikumpulkan. Daftar tersebut mampu diperbaharui dengan menambahkan penyakit penyakit yang mungkin belum tersedia didalam daftar tersebut. Nah, tak hanya daftarnya saja, tetapi juga tampilan dari aplikasi ASTRA mampu diperbaharui untuk memuaskan para pengguna aplikasi ASTRA. Terlebih lagi pada kolom pencarian aplikasi ASTRA, ketika pengguna mulai mengetik nama penyakitnya, pengguna tak harus mengetik secara full teks. Karena aplikasi ASTRA didesain dengan "coding predictable", yakni mampu memprediksi teks yang ingin dicari oleh pengguna aplikasi ASTRA. Berikut tampilan "coding predictable" pada foto dibawah ini,
Foto diatas menjelaskan bahwa Aplikasi ASTRA mampu memprediksi temuan teks yang ingin kita cari tanpa harus mengetiknya secara full-text. Dalam hal ini, ketika saya ingin mencari nama penyakit "influenza". Maka, aplikasinya akan memprediksi dengan mengetik nama penyakitnya hanya beberapa huruf saja.
  • Tampilan Inti ASTRA
   Ketika nama penyakit sudah diprediksi dan benar bahwa penyakit tersebut merupakan penyakit yang sementara pengguna aplikasi ASTRA alami. Maka, pengguna tersebut harus menekan nama penyakit yang telah ditemukan. Setelah ditekan, selanjutnya akan muncul foto diatas sebagai tampilan inti dari Aplikasi ASTRA. Mengapa saya katakan tampilan tersebut sebagai inti dari Aplikasi ASTRA? Karena pada tampilan diatas sudah masuk pada penyuluhan kesehatan masyarakat dimana pengguna aplikasi ASTRA akan menemukan definisi, penyebab dan cara penanggulan dari penyakit yang sementara dialami. Pada kolom definis, penyebab dan cara penanggulangannya, kolom tersebut mampu discroll kebawah untuk melihat seluruh teks penjelasannya. Kemudian, terdapat tombol dengan bunyi "KLIK DISINI DAFTAR RUMAH SAKIT" (Lihat kolom bergari merah pada foto diatas). Tombol tersebut merupakan tombol untuk mengarahkan pengguna Aplikasi ASTRA ke daftar nama nama, kontak dan alamat rumah sakit yang ada di kabupaten Gowa dan kota Makassar. Penjelasan ada pada point selanjutnya.
  • Tampilan Penutup ASTRA 
 Pada tampilan inilah sebagai penutup, apabila pengguna aplikasi ASTRA mengalami penyakit yang tidak ditemukan pada daftar aplikasi ASTRA ataupun pengguna memiliki penyakit parah. Maka, pengguna bisa melihat daftar berbagai macam rumah sakit yang ada di Kabupaten Gowa dan Kota Makassar untuk melakukan penyuluhan dan tindak lanjut terhadap kesehatannya. Daftar tersebut berisi nama, alamat dan nomor telepon pihak rumah sakit. Jadi, pengguna bisa melakukan kontak melalui telepon seluler untuk mendapatkan informasi terkait rumah sakit. Untuk mengarah pada daftar rumah sakit ini, pengguna harus memiliki jaringan internet (data kuota internet). Hal ini disebabkan semata mata untuk melakukan pembaharuan terkait daftar tersebut. Saat ini masih tersedia sebanyak 23 daftar rumah sakit. Namun sekali lagi saya katakan bahwa daftar tersebut mampu diperbaharui seiring perkembangan zaman pada aplikasi ASTRA.
   
  Aplikasi ASTRA merupakan kado hasil karya penulis untuk dipersembahkan kepada PT. Astra Internasional Tbk di ulang tahunnya yang ke 60 tahun, cabang kota Makassar, Indonesia yang senantiasa mengadakan kegiatan kegiatan yang begitu positif dan terjun langsung ke dalam masyarakat. Dengan demikian, saya siap mempresentasikan produk aplikasi "ASTRA (Aplikasi Sehat Ta' Ri MangkasarA')" berbasis Android sebagai bentuk kontribusiku terhadap masyarakat pada acara rangkaian 60 tahun PT. Astra International Tbk di Makassar yang terhitung dari tanggal 06 - 19 November 2017 mendatang. Sebagai penutup, saya ucapkan banyak terima kasih kepada teman teman yang senantiasa membaca tulisan saya sampai saat ini, terkhusus kepada seluruh warga Sulawesi Selatan. Semoga tulisan ini dapat menginspirasi kalian bahwa dibalik cobaan, selalu ada kado terindah dari tuhan.  Akhir kata, semoga tulisan ini menginspirasi dan produk aplikasinya mampu bermanfaat untuk kita semua, wassalamualaikum wr. wb, See you on top! Ayo, mari wujudkan program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dengan meng-install aplikasi ASTRA (Aplikasi Sehat Ta' Ri MangkasarA'). Namun, sebelum aplikasinya diunduh, mohon dukungannya dengan berkomentar pada kolom komentar dibawah.

Tulisan ini diikut sertakan pada Blog Competition by PT. Astra International Tbk, Cabang kota Makassar, Indonesia.