TIPS MEMBACA BUKU YANG LEBIH NIKMAT

TIPS MEMBACA BUKU YANG LEBIH NIKMAT

   Oke, sudah dipastikan kalau orang yang membaca tulisan ini adalah penggiat literasi. :'D Iya benner, karena pada tulisan kali ini, saya bakalan cerita tentang "Tips Membaca Buku Yang Lebih Nikmat". Nikmat yang dimaksud disini ialah "Menghayati", menghayati isi daripada buku yang dibaca. Bahkan bukan cuma masuk ke otak, melainkan ke hati kita juga. Wetss.. B) 
   Tips ini saya peroleh ketika saya menonton film yang berbahasa Asing, terus ada tuh subtitle yang dibaca. Nah, disitulah saya berpikir bahwa "Kok saya membaca subtitle ini bisa lebih fokus yah ketimbang baca buku?". Pasti ada sebab akibatnya nih! Bagaimana tidak? Toh kalaupun kita membaca subtitle-nya juga, mata kita hanya berfokus pada subtitle tersebut ketimbang pada gambar filmnya. Iyakan? Dan akhirnya, saya pun mendapatkan kunci kefokusannya dimana. 
  Jadi, berdasar pada ke-sok-tahu-an saya dulunya, film yang kita tonton (Film berbahasa Asing) dan terdapat subtitle di dalamnya, kita bisa lebih fokus membacanya karena terdapat instrumen instrumen musik yang mampu menstimulus otak kita agar lebih aktif dalam membaca. Dan untuk membuktikan ke-sok-tahu-an ini, saya pun mencobanya dengan membaca buku novel sebagai percobaan pertama, dan saya pun mengunduh beberapa musik instrumen yang dapat diperoleh melalui Om Google. Dan alhasilnya, it works sodara sodara, berhasil! Kita justru bisa lebih fokus dan menikmati isi dari jalan cerita pada novel yang kita baca. Apalagi kalau kisah ceritanya yang menginspirasi, Trust me! Mau buktikan juga? Silakan simak poin poin di bawah ini. 

ALAT DAN BAHAN
  • Pastikan Kita Mempunyai Buku
   Saran saya sih, kayaknya lebih worth it kalau buku cerita fiksi. Apalagi kalau jalan ceritanya yang inspiratif dan mampu memotivasi kita, baik itu novel, kumpulan cerpen ataupun puisi, dls. Karena buku cerita fiksilah yang saya coba, dan it works! Sedangkan kalau buku buku jenis Ensiklopedia, saya belum tahu apakah berhasil atau tidak dengan tips ini. Tetapi nanti kita sama sama coba setelah membaca tulisan ini. Jadi, pastikan kita mempunyai buku, dan disarankan berupa buku cerita fiksi untuk membuktikannya. Klik pranala berikut untuk mengetahui jenis jenis buku, Kemayoran.
  • Wajib Mempunyai Pelantang
  Sebenarnya ada beberapa jenis yang namanya pelantang. Tetapi pada umumnya, hanya dua yang akan saya sebutkan, ialah Headphone dan Earphone. Lalu apa perbedaan antara Headphone dan Earphone? Untuk melihat perbedaannya, lihat gambar di bawah ini,
  Bagaimana dengan kemangkusannya? Untuk kemangkusannya sendiri, saya justru lebih suka menggunakan Headphone ketimbang Earphone. Mengapa? Karena penggunaan Earphone lebih berpotensi terhadap suara yang masuk dari luar. Sedangkan Headphone justru sebaliknya karena terdapat bantalan yang mampu menutupi seluruh permukaan telinga sehingga suara dari luar pun tidak akan terdengar oleh kita. Jadi kita lebih fokus membaca pada saat menggunakan Headphone ketimbang Earphone
  • Wajib Mempunyai Teknologi Modern Masa Kini
 Sudah dipastikan kalau orang yang membaca tulisan ini, pasti mempunyai alat teknologi modern berupa Handphone/Smartphone ataupun Laptop/Komputer. Nah loh? Iya, trus yang ada di depan kamu sekarang apa? Itu punya kamu-kan sayam (ukhty)? :3 Nah kita manfaatkan teknologi tersebut di luar dari fungsi yang sesungguhnya, ialah sebagai penunjang untuk fokus terhadap bahan literasi.

 EKSEKUSI 
Nah, setelah Alat dan Bahan telah tersedia, maka tahap selanjutnya adalah eksekusi, berikut tahapannya;
  • Wajib Unduh Instrumen Musik
   Pada eksekusi pertama, kita harus mencari musik instrumen dengan format Mp3 (tanpa suara, ialah hanya alunan musik semata). Saran saya, carilah durasi yang paling panjang, bahkan berjam jam lamanya. Banyak kok tersedia di Om Google, cari saja dengan kata kunci "Musik Instrumen Pembangkit Semangat Belajar". Setelah ditemukan, maka unduh musik tersebut. Lalu simpan di dalam teknologi modern kita seperti yang telah disebutkan pada poin "Wajib Mempunyai Teknologi Modern Masa Kini".
PERHATIAN: Jangan sekali sekali menggunakan musik ber-genre DJ, R&D ataupun musik musik nge-Beat lainnya. Karena hal itu akan memancing kefokusan kita. Yang tadinya mau membaca, eh malah ikutan nyanyi atau bahkan joget.

  Saran saya untuk lebih mudahnya, kita salin musik tersebut ke dalam memori Hanphone/Smartphone agar bisa dibawah kemana mana. Jadi, pada saat ingin membaca buku fiksi di luar ruangan, maka akan lebih mudah mendengarkan musik tersebut sambil membaca. Dengan catatan, baik di luar maupun di dalam ruangan, wajib menggunakan pelantang pada saat mendengar musik instrumennya. Terlebih lagi kita membacanya di ruangan yang terbuka, maka berbagai inspirasi pun akan terus mengalir.
  • Tidak Wajib (Sunnah)
   Poin ini saya katakan tidak wajib (sunnah) karena ini tergantung kepercayaan diri saja. Mengapa demikian? Karena jujur saja, saya lebih suka membaca di luar ruangan ketimbang di dalam ruangan. Nah, sempat kamu dan saya sama, lebih suka membaca dengan ruangan yang terbuka. Maka, saran saya adalah buku yang kita baca itu musti privasi kita (ngga boleh ada yang tahu bahwa buku apa yang sedang kita baca). Saya pribadi tidak cukup percaya diri untuk menampilkan buku buku kesukaan saya. Maka saya pun membungkus cover-nya dengan bungkusan yang mampu menutup judul dan gambar pada cover buku tersebut. Jadi dimanapun kita berada, kalau kita suntuk dan gak tahu mau buat apa?!? Yah udah, pergi saja ke suatu tempat yang tenang dan baca bukunya sambil mendengarkan musik instrumennya. Tenang saja, mereka ngga tahu kok mengenai buku apa yang sedang kita baca. :)
  Baiklah, itulah sedikit tips yang mungkin bisa saya amalkan hari ini, semoga tulisan di atas cukup memberikan manfaat kepada kita semua. Apabila ada yang kurang jelas, silakan berkomentar di bawah postingan ini. Terima kasih, wassalamualaikum wr. wb.., See you on Top!!! 
Untuk teman teman yang sementara mencari bahan pustaka sambil mau mempelajari bahasa Asing, silakan menuju ke laman "LIBRARY" pada menu utama di atas. Ciao!!!
Read More
SANTAI BELAJAR BAHASA ASING? GRATIS? ANU ENAK SAYAM!

SANTAI BELAJAR BAHASA ASING? GRATIS? ANU ENAK SAYAM!

   Assalamualaikum, apa kabar? Alhamdulillah kalau dalam keadaan baik. Untuk pembukaan tulisan kali ini, saya tidak mau formal formal gimana gitu kan, dari judulnya saja udah dikatakan "santai". Yah udah, ngapain serius? santai ajalah yah.. Hmm...:3
   Dalam mempelajari bahasa Asing, terdapat banyak metode yang bisa dilakukan. Mulai dari metode yang tradisional sampai yang lebih modern. Dan menurut saya, metode ini nih yang paling santai, plush modern. Metode apakah itu? Ialah metode Pimsleur
   Metode Pimsleur dicetuskan pertama kali oleh seorang ilmuwan speasialis linguistik terapan, Dr. Paul Pimsleur. Bisa dilihat dari nama metode tersebut, ialah diambil dari nama belakang penemunya. Keren nggak? -__-" Iya, keren banget malah. Namun sayang, metode ini ngga gratis sodara sodara. Itu berarti bukan anu enak :'( Itupun kalau anu enak (gratis), pasti terbatas ketersediaannya. Hmmm.. -,,-" Tapi tenang saja, banyak jalan menuju Roma sodara sodara!! 
   Singkat cerita, metode Pimsleur ini merupakan metode dimana orang kebanyakan mendengar percakapan. Jadi mirip anak bayi belajarnya. Dan metode ini nih yang paling santai untuk kita terapkan. Bagaimana tidak? Metode Pimsleur ini ngga bakalan mengganggu aktivitas yang lain kok. Dan metode ini yang paling sering saya terapkan, sampai saya dicetus oleh teman teman kampus nih, "Si pemakai Headset"!!! Dimana mana memakai "Headset"! Ngga jalan, ngga naik motor, ngga nongkrong, ngga Bok*r *ehh, pasti terpasang Headset-nya di telinga. Mungkin mereka berpikir bahwa saya sedang mendengarkan musik, padahal mereka kurang benar. Yah.. justru kamu yang benar sayam (ukhty)!! Saya sedang mendengarkan percakapan bahasa Asing, dan begitu seterusnya (setiap hari). Bahkan sampai dalam keadaan tidur pun saya tetap mendengarnya. Cuma kalau tidur, saya gak pakai "Headset"-nya lagi, tetapi diputar melalui "Mini Speaker". Dan saya punya banyak banget file-nya yang bahkan saya dapatkan secara "anu enak" (gratis), tetapi perlu usaha yah sayam (ukhty)! Apa usahanya? Simak tips tips di bawah ini.

 Planning A
  • Language Sleep Learning (Belajar Bahasa Sambil Tidur)
  
   Kan sudah dibilang sebelumnya bahwa untuk mendapatkan file metode Pimsleur ini, itu tidak gratis. Kalau pun ada yang gratis, pasti terbatas! Nah, tips ini menyolusikannya dengan "Language Sleep Learning" atau "Belajar Bahasa Sambil Tidur". Jadi tahapannya adalah, kita buka saja Youtube, trus ketik di pencaharian "Belajar Bahasa Sambil Tidur". Nah hasil pencahariannya bakalan banyak muncul tentang pembelajaran bahasa Inggris (apabila kita mau belajar bahasa Inggris). Sedangkan jika kita mengetik di pencaharian "Language Sleep Learning", maka bahasa Inggris adalah bahasa pengantar untuk mempelajari bahasa Asing lainnya. Dengan demikian, sumber untuk mempelajari bahasa bahasa Asing di dunia, lebih banyak menggunakan bahasa pengantar berupa bahasa Inggris ketimbang bahasa Indonesia. Tetapi coba aja dulu mengetik yang lebih spesifik, contoh "Belajar Bahasa Belanda/Jerman/Prancis/Spanyol Sambil Tidur", sempat bisa ditemukan videonya.
  Nah setelah kita temukan videonya, maka unduh video tersebut menggunakan IDM (Internet Download Manager). Jika tidak mempunyai IDM, maka bisa menggunakan Save From secara daring. Saran saya, carilah video dengan durasi yang paling panjang. Bahkan hingga berjam jam durasinya. Mengapa? Karena apabila durasi videonya panjang, itu berarti percakapannya pun lebih panjang dan sudah pasti terdapat banyak kosakata yang bisa diserap oleh kita. -Next-
  • Convert Video ke Mp4
  
   Tahap selanjutnya adalah ubah format Video di atas menjadi  file musik untuk selanjutnya disalin ke memori Handphone kita. Mengapa demikian? Sebenarnya bisa aja sih kita langsung salin videonya ke Handphone, tetapi apa ngga berat tuh file videonya dengan durasi berjam jam? So, pikirkan kembali kesehatan Handphone kita. :D Jadi, apabila videonya sudah menjadi file musik, maka kita bisa mendengarkan percakapannya kapan pun dan dimana pun kita berada. Secara kita pasti membawa Handphone-nya ke mana mana. Kalaupun lupa bawa handphone, pasti lebih galau ketimbangkan diputusin pacar. Iyakan?  
  • Ingat Handphone, Ingat Headset
  Untuk melangkah ke tahap ini, maka sudah bisa dipastikan kalau kedua tahap di atas sudah terpenuhi tanpa ada yang ketinggalan sedikit pun. Oke? Jadi, file musik percakapannya sudah ada di dalam Handphone kita. Nah ini nih yang saya maksud sampai dicetus oleh teman teman kampus "si pemakai headset". Jadi, mari buat Stiky Note yang bisa ditempel di depan pintu kamar dengan kata kata "Ingat Handphone, Ingat Headset" sebagai pengingat kita. Mengapa? Karena kita musti gunakan "Headset" untuk mendengarkan percakapan pada musik tersebut di luar rumah. Masa iya bawa "Speaker" (Pengeras Suara)? -__-" Bisa aja sih, cuman.. Saya gak bisa bayangin betapa malunya kalau lagi ke kampus bawa Speaker tiap hari trus didengerin juga oleh orang orang di sekitaran kita. Kalau lagu DJ atau R&B mah ngga apa apa, dosen pun mungkin bakalan ikut menikmati. Tapi kalau percakapan biasa doang tanpa ada iramanya sedikitpun? Wakwawww -,,-" 
Planning B
   Plan B ini digunakan apabila kita ingin belajar bahasa Asing selain bahasa Inggris. Tetapi kita maunya kalau file video/musiknya menggunakan bahasa pengantar bahasa Indonesia. Plan B ini bisa digunakan apabila kita mempunyai buku pembelajaran bahasa yang kita inginkan dimana buku tersebut menggunakan bahasa pengantar bahasa Indonesia. Mengapa demikian? Karena biasanya, setiap buku tersebut pasti menyediakan contoh percakapan dalam Bahasa Asing serta artinya dalam Bahasa Indonesia. Nah, pada contoh percakapan tersebut, kita ucap dan rekam suara kita melalui Handphone. Dan hasil dari rekaman kita digunakan untuk mendengarkan kembali seperti pada poin "Ingat Handphone, Ingat Headset". Paham yah? :3
   Baiklah, itulah di atas tips tips untuk belajar bahasa yang santai. Mungkin kalian berpikir bahwa "prosesnya kok ribet yah? Malah nggak santai" -__-" Saya gak bilang loh tentang prosesnya. Tetapi saya bilang "belajarnya". Coba ajalah dulu, dan rasakan santainya belajar menggunakan metode di atas. Setelah dilalui proses/caranya di atas, maka kita cukup mendengarkannya saja setiap hari. Santai dan anu enak (Gratis). Kalau kalian berpikir lagi bahwa itu bukan anu enak, soalnya untuk mengunduh video butuh kuota. Yah udah, kalau ngga mau beli kuota, jangan gunakan sosial media. Semua butuh kuota kok :) Membuka situs ini juga butuh kuota loh. :D Sekian wassalamualaikum wr. wb..See You on top..

 Untuk melihat contoh atau praktik yang saya lakukan, silakan kunjungi Youtube Channel saya DISINI.! Dan apabila ada yang kurang jelas di atas, silakan tinggalkan komentar di bawah postingan ini. Terima kasih..
  
Read More
TAHUN BARU 2018: BALLO' KACCI NAH BANTAENG

TAHUN BARU 2018: BALLO' KACCI NAH BANTAENG

  Assalamualaikum, pertama tama saya ucapkan selamat tahun baru 2018 yoh.. Semoga tahun ini lebih baik lagi dari tahun tahun sebelumnya. Aamiin aamiin yah Allah..  
  
  Berbicara mengenai "Ballo", orang Bugis/Makassar sudah tidak awam lagi nih dengan nama tersebut. Yah walaupun mereka hanya mengetahui nama maupun bentuk fisiknya semata, namun sebagian besar ada juga yang belum pernah coba semasa hidupnya.
  Ballo merupakan minuman tradisional yang apabila dikonsumsi terlalu banyak atau melebihi kapasitas wajar pada umumnya, maka minuman tersebut akan memabukkan. Namun, apabila dikonsumsi hanya sebatas wajar, maka minuman tersebut justru menyehatkan. Bagaimana tidak? Ballo berasal dari bahan bahan alami pastinya, berbeda dengan minuman alkohol yang dijual oleh pedagang di toko toko. Ballo ini justru 100% diperoleh dari alam, terutama pada pohon Tala' yang menghasilkan tetesa tetesan sari air yang kemudian difermentasi untuk dijadikan Ballo. Nah hasil ferementasi itu menyebabkan rasa dari Ballo sangat kecut dan kepahit pahitan. Aromanya pun memiliki khas tersendiri. 
  Walaupun Ballo identik dengan aroma dan rasanya seperti itu, ternyata ada juga Ballo yang rasanya manis. Tetapi sayang, Ballo yang kami dapatkan justru hasil dari fermentasi. Jadi rasanya tidak manis, malah justru bikin saya (maaf) nggak doyan. :D Mungkin karena pertama kali meminumnya, jadi belum terbiasa. Iya, untuk pertama kalinya saya mencoba Ballo semasa hidup saya, lebih parahnya Ballo' Kacci lagi, hmmm -__-". 
  Awal mula saya mengonsumsi Ballo' tersebut, pada saat saya dan 2 orang sahabat (Adhe dan Sofyan) memulai liburan akhir tahun 2017. Tepatnya di Bantaeng, sekitar 133 kilometer dari arah Makassar, Sulawesi Selatan. Perjalanan dimulai dari tanggal 30 Desember  2017 hingga pulang pada tanggal 02 Januari 2018. Awalnya ngga ada niat sama sekali untuk mengonsumsi Ballo', tetapi karena kami tinggal di salah satu desa (kelurahan) dimana kelurahan tersebut bisa dibilang pemuda dan bapak bapaknya sering mengonsumsi Ballo'. Maka yah (hanya karena sifatnya bersosialisasi), kamipun harus terjerumus. Wakwawww.. :D 
  Sebelumnya, kami sudah jalan jalan ke 2 objek pariwisata Bantaeng, ialah Permandian Ermes dan Pantai Seruni. Kalau dibilang ramai, yah ramai bangetlah. Secara liburan akhir tahun, pasti banyak yang pada pulang kampung atau sekedar travelling ke sebuah daerah seperti kami. Dan tepat di tahun baru, 01 Januari 2018, pukul 03.00 subuh. Disitulah kami terjerumus untuk mengonsumsi minuman khas orang Sulawesi Selatan ini, ialah Ballo' Kacci di Bantaeng. Nah, untuk rasa dan aromanya sendiri, bakalan dipaparkan melalui Blog ini.
   Sebenarnya orang disana ngga memaksa kami kok untuk meminumnya. Secara kami pendatang disana dan mereka menghargai akan kedatangan seorang tamu. Tetapi jujur ini kemauan kami, terkhusus saya sendiri untuk mengonsumsinya. Yang saya pikirkan pada saat itu adalah, "kapan lagi saya mengonsumsi ini? Paling tidak saya mempunyai pengalaman terkait meminum Ballo'". Yah sudah, dengan keyakinan yang begitu tinggi, saya pun memulainya. 
   Dimulai dari aromanya, Ballo' Kacci ini memiliki aroma khas tersendiri, ialah semacam minuman yang sudah kadaluarsa (basi). Mungkin karena hasil fermentasi, jadi aromanya pun menyengat sampai ke hidung yang berasa sangat kecut. Dan apabila mengonsumsinya terlalu banyak, maka aromanya pun bakalan lama hilang. Tetapi karena saya mengonsumsinya hanya dua kali tekukan, jadi aromanya nggak begitu nempel ke mulut saya. Itupun jujur, saya meminumnya hanya sedikit, sangat sedikit dari satu gelas yang dihidangkan. :D Saya dibantu oleh kedua sahabat saya di atas untuk mengahibisinya. 
   Sebenarnya hampir 3 kali meminumnya, tetapi yang kedua saya muntahkan karena terlalu banyak yang masuk ke dalam mulut saya. Ini karena ke-sok jagoan saya untuk meminumnya satu gelas, padahal ngga bisa saya. Yang ada malah berat rasanya untuk menelan, mana baunya aneh pula. Jadi, dengan trik sembunyi sembunyi dari para warga sekitar, saya pun memuntahkannya di belakang tanpa mereka ketahui. Jreng jrengg... Mereka tahunya kalau saya minum satu gelas, padahal saya muntahkan di belakang. Wakwawww... Yah.. takut diketawa'in oleh mereka kalau sampai ketahuan -__-". 
   Saya memang ngga sanggup untuk meminum banyak banyak, takut mabuk. Disisi lain rasanya memang aneh. Pada saat pertama kali masuk ke mulut, saya hanya memahami rasanya saja dulu. jadi hanya secuil saja diminum untuk dinikmati rasanya. Yah.. rasanya kecut (Kecut banget malah -,,-"), ditambah ada rasa pahit pahitnya. Cuman, pahit pahitnya ini ketutup sama rasa kecutnya. Jadi, kalau lidah kita sedikit sensitif terhadap rasa, maka akan ada pahit pahit yang dirasakan dari Ballo Kacci ini. Trus, kalau kalian orang Bugis/Makassar yang pernah makan "Poteng" atau Ubi yang difermentasi itu, nah seperti itu rasanya. Poteng itu level 1-nya, sedangkan Ballo' kacci ini level tertingginya. Poteng mah enak, karena ada rasa manisnya, nah Ballo Kacci ini justru nihil sama sekali terhadap rasa manis. Yang ada malah pahit.. :D 
   Di atas merupakan tekukan pertama, yang kedua ini yang saya muntahkan. Soalnya terlalu banyak yang masuk ke dalam mulut. Nah justru yang ketiganya ini yang sedikit banyak. Tetapi ngga sebanyak yang saya muntahkan sebelumnya. Cuman, ketiga ini lumayan cukup memberikan efek terhadap saya. Nah pada saat menelannya, seketika tenggorokan dan perut saya pun menjadi panas. dan seketika itu pula saya hentikan untuk minum. Khawatir terjadi hal hal yang lebih buruk, apalagi saya dan sahabat sahabat saya sebagai pendatang di kampungnya orang. Jadi, saya pun menghentikan, dan justru sahabat sahabat inilah yang menghabiskan Ballo'nya di dalam gelas itu. So, terima kasih sudah menolong :D 
   Well, mungkin cukup segitu aja dulu tulisan untuk cerita tahun baru kita kali ini, yang tadinya saya tidak kepikiran untuk mengonsumsi minuman seperti itu, akhirnya dikonsumsi juga. Dan bagi para pembaca saya, mohon jangan ditiru apa yang saya dan sahabat sahabat saya lakukan. Demi tuhan, niat kami hanya untuk liburan semata di Bantaeng, tetapi yah...nasib harus berujung seperti itu. Lagian, kami ngga sampai mabuk mabukan. Hanya sekedar mengonsumsi sebagai bahan tulisan kami. Iya, kami bertiga adalah penggiat literasi yang selalu mencari cari bahan ide apa saja untuk ditulis. Termasuk yang seperti ini. 
   Sekali lagi, jangan ditiru, cukup membaca tulisan ini agar kalian juga bisa merasakan apa yang kami rasakan pada saat meminum Ballo Kacci di Bantaeng. :D Sekian, wassalamualaikum wr. wb..
Khusus untuk adinda Rifaldi,  terima kasih banyak dek atas jamuannya selama berada di Bantaeng. Jujur, saya pribadi senang sekali berlama lama disana. Tetapi karena sesuatu hal yang menjadi tanggung jawab bersama, maka kita pun tidak bisa berlama lama. Lagian, kan masih banyak nih tempat pariwisatanya Bantaeng yang belum sempat dikunjungi. Jadi, kemungkinan besar dilain waktu jikalau masih ada kesempatan untuk berkunjung. aamiin aamiin.. Sering sering ke rumah juga dek. :) Untuk sahabat sahabat saya, Adhe dan Sofyan, saya tahu kita punya karakter yang berbeda dan saya harus mampu beradaptasi dengan perbedaan itu agar tidak terjangkit dengan 'Baperan". Tetapi saya yakin bahwa kita mempunyai satu visi misi yang sama (penggiat literasi), dan seperti inilah bapak saya mengajarkan cara untuk bergaul (bersahabat). :D 
Masih sanggup baca? Scroll ke bawah, ada foto kejutan untuk pembacaku. :)

Berikut dokumentasi liburan yang tidak seberapa ini :D Untuk Pantai Seruni, kebanyakan video. Jadi, yang berdominasi hanyalah permandian Ermes semata. jrengg jreeng...
 Sofyan, Rull dan Adhe
Permandian Ermes
Sofyan, Rifaldi dan Adhe

   Khusus untuk para pembacaku saat ini, saya menyempatkan untuk memotret objek yang menyala ini hanya untuk kamu, iya untuk kamu yang lagi baca ini sayang... 
Pantai Seruni, Bantaeng, Sulawesi Selatan
Read More
HARAM HUKUMNYA GOOGLE TRANSLATE

HARAM HUKUMNYA GOOGLE TRANSLATE

  Google Translate merupakan penolong bagi seluruh umat manusia di muka bumi ini untuk berkomunikasi secara meluas, terlebih dengan tugas tugas yang berbahasa asing. Pengalaman yang sedikit memalukan ketika tulisan kita ketahuan memakai Google Translate oleh guru atau pun dosen. Pernah mengalami? Yes, saya pernah! Waktu itu ada tugas untuk menulis tentang pengalaman seseorang dalam bentuk teks naratif, dan ini tugas saya dulunya Klik Disini. Parahnya, tugas tersebut ketahuan kalau saya memakai Google Translate. Wakwaww.. -__-  Untung saja dosennya nggak killer, malah bijaksana dan baik pula. Jadi tugas saya pun tetap diperiksa dengan catatan bahwa lain kali jangan memakai Google Translate.
  Semenjak kejadian itu, jujur saya tidak pernah lagi memakai Google translate untuk menerjemahkan tulisan saya. Mengapa demikian? Karena hasil terjemahannya banyak yang salah salah. Jadi haram hukumnya untuk digunakan. Dalam hal ini, jangan memakai Google Translate ketika ingin menerjemahkan sebuah teks ataupun kalimat  untuk sebuah tulisan.
   Dengan kebodohan yang saya miliki yang tak mengetahui apa apa, saya malah menyalahkan Google Translate terhadap hasil terjemahannya. Padahal ternyata ada nih pendekatan teori sebagai dasar penciptaannya Google Translate sebagai mesin terjemahan. Dan teori tersebut berada pada cakupan Linguistik Komputasi. Dengan demikian, tulisan ini akan memaparkan seputar Google Translate yang berkaitan dengan Linguistik Komputasi. 
   Linguistik Komputasi merupakan gabungan antar ilmu komputer dan ilmu bahasa. Pada linguistik komputasi, terdapat sub bab teori yang bernama Machine Translation (Mesin Terjemahan). Jadi, kamus kamus elektronik yang terpasang pada layar smartphone kita merupakan bagian dari Machine Translation (mesin terjemahan), termasuk Google Translate sendiri. Untuk menciptakan sebuah mesin terjemahan, kita musti didekatkan pada salah satu diantara dua pendekatan teori yang menjadi dasar dalam pengembangan kamus kamus elektronik, ialah Rule Based Machine Translation (RBMT) dan Statistical Based Machine Translation (SBMT)
   Rule Based Machine Translation (Mesin terjemahan berdasarkan aturan) merupakan mesin terjemahan yang berdasar pada aturan aturan ilmu bahasa (linguistik), baik aturan tata bahasa (grammar), bentuk waktu (tenses), pengucapan (pronunciation), pemilihan kata, dan masih banyak lagi aturan aturan linguistik yang berlaku. Nah semua itu wajib ditinjau ketika kita berniat untuk menciptakan dan mengembangkan RBMT berupa kamus kamus elektronik. Sedangkan Statistical Based Machine Translation justru sebaliknya
    Statistical Based Machine Translation (Mesin terjemahan berdasarkan statistik) merupakan mesin terjemahan yang berdasar pada peningkatan jumlah kuantitatif (statistik). Dalam hal ini, SBMT cenderung fokus terhadap peningkatan jumlah kosakata ataupun bahasa yang ada pada sebuah mesin terjemahan. Namun tidak mempedulikan aturan aturan yang ada pada sebuah bahasa. Jadi, saya bisa yakinkan bahwa kamus kamus elektronik yang terdapat pada smartphone kita merupakan pendekatan teori dari SBMT untuk menciptakan sebuah mesin terjemahan. 
   Berdasarkan dari paparan diatas, RBMT dan SBMT, maka bisa dipastikan bahwa Google Translate masuk pada pendekatan teori SBMT sebagai dasar penciptaan dan pengembangannya. Itulah mengapa sering terjadi kesalahan terhadap hasil terjemahan dari Google Translate karena mesin tersebut tidak berdasar pada aturan aturan linguistik yang berlaku (bukan pengembangan RBMT). Jadi setelah membaca tulisan ini, kita tidak boleh lagi menyalahkan Google Translate terhadap hasil terjemahan teks ataupun kalimat kita yang salah salah. Sebab Google Translate lebih mengutamakan pada peningkatan jumlah kosakata maupun bahasanya seiring waktu yang berjalan (pengembangan SBMT). 
   Saat ini Google Translate menyediakan sebanyak 104 bahasa yang tersedia pada menu utamanya. Dengan demikian, kita bisa memprediksikan bahwa Google Translate akan terus memperbanyak jumlah bahasa yang diikuti oleh kosakatanya sebagai bentuk pengembangannya kedepan (statistik). Jadi, haram hukumnya menggunakan Google Translate ketika kita ingin menerjemahkan sebuah teks karena hasilnya tidak akan mempedulikan aturan linguistik. Jangankan teks, menerjemahkan sebuah "kalimat" pun musti dipertimbangkan juga apabila melalui Google Translate. Lalu gimana solusinya?
   Solusinya yah, pakelah Google Translate hanya untuk menerjemahkan kata per kata. Hal tersebut lebih bagus karena akan ada banyak pilihan kata dari hasil terjemahannya yang dapat kita pilih untuk menyesuaikan konteks penyusunan kalimatnya nanti. Kemudian kita sendiri yang menyusun aturan aturan bahasanya yang didasari pada ilmu bahasa (linguistik) untuk selanjutnya menjadi kalimat, lalu paragraf dan pada akhirnya berupa teks tulisan. Dengan kata lain, pelajari dulu tata bahasa dari setiap bahasa yang ingin dipelajari, lalu gunakan Google Translate sebagai upaya untuk memperkaya kosakata (menerjemahkan kata per kata).
Sumpah, kok saya sedikit sulit menjelaskan hal ini melalui tulisan yah? -,,-" Semoga saja paparan di atas dapat dipahami. Atau gini, untuk lebih jelasnya, nanti bakalan ada videonya dalam waktu dekat ini. Namun sebelum itu, mari disimak dulu tulisan berikut sebagai bukti bahwa haram hukumnya menggunakan Google Translate, Hati Hati dengan Bahasa Indonesia.
Sekian, wassalamualaikum, wr. wb! See you on top dan sampai jumpa di Youtube :3

Referensi: 
Read More
ASAL MUASALAN NAMA KUE "DANGE" KHAS BUGIS/MAKASSAR

ASAL MUASALAN NAMA KUE "DANGE" KHAS BUGIS/MAKASSAR

   Baiklah, siapa yang tidak tahu kue Dange ini? Nah loh, situ tidak tahu? Berarti situ bukan orang Bugis/Makassar asli. Jangan bilang kalau cuma lahir di daerah Bugis/Makassar, trus pindah dan besarnya di daerah lain. Lalu mengatakan, "Saya asli Bugis/Makassar, tapi kok saya tidak tahu yah?" Hadeeuuuhh... Yakali, orang kamu besarnya di daerah lain. -,,-" 


   Sumpah, cobaan banget nih saya nulis postingan ini, foto kuenya itu loh.. Pas depan mata (O,,O). Badewei, terakhir saya makan kue Dange ini ketika saya masih SD (Sekolah Dasar). Secara keluarga dari bapak saya adalah orang Pare Pare dan Sidrap. Trus kalau lagi bersilaturahmi ke rumah (Makassar), pasti dibawakan kue Dange ini sebagai ole olenya. Hingga saat ini, ternyata kue tersebut masih ada yang jual di jalan poros Kabupaten Pangkep dan Barru. Saya pikir sudah dimakan zaman. -,,-"
   Sebenarnya nyaris dimakan zaman sih, karena menu kuenya pun sudah bervariasi. Walaupun namanya tetap Dange, tapi variasi rasanya sudah pada modern. Ada yang rasa keju, coklat dan lain sebagainya. Jangan berpikir bahwa saya sempat membeli! Ngga sama sekali -__-". Niatnya sih mau beli, tapi pada saat jalan pulang (Polman ke Makassar) 3 hari yang lalu, kendaraannya ngga singgah singgah, mana hujan lagi. Jadi yah.., ngga sempat dan sangat disayangkan!!! 
Jujur, sampai sekarang saya penasaran dengan rasanya, apalagi yang rasa keju itu. Hmm.., Kalau misalnya pembacaku ini lagi pulang kampung yang arahnya kesana, kenapa tidak kalian singgah bentar? Bawa ke Makassar, dan hubungi saya. wakwawww *senggol*!! :D
   Ngomong ngomong tentang kue Dange ini, ada yang tau tidak asal mula diberikannya nama kue "Dange"? Sempat Blogwalking sih tentang sejarah kue Dange, tetapi belum ada yang menjelaskan tentang asal muasal namanya. Jadi, pada tulisan kali ini, saya akan mencoba untuk menelusuri asal mulanya diberikan nama kue "Dange". Tetapi jangan gampang dipercaya yah, soalnya ini hanya bentuk pemikiran semata dengan ilmu yang masih terbatas. Jadi please, jangan langsung dipercaya setelah membaca tulisan ini. 
   Kecurigaan saya terhadap asal mula nama "Kue Dange" ini berawal dari salah satu cerpen yang menceritakan tentang "Asal Mula Jepa Di Mandar (Sulawesi Barat)". Jepa sendiri merupakan kue khas orang Mandar dimana kue tersebut berasal dari kata "Jepang" karena berawal dari masa penjajahan Jepang di Indonesia, tepatnya di Sulawesi Barat. Tujuan dari pemberian nama "Jepa" terhadap kue tersebut adalah agar penjajah Jepang menganggap bahwa masyarakat Mandar telah menjadi pengikut dan sekutunya sehingga tak ada lagi siksaan dan penangkapan diantara masyarakat Mandar. Nah, karena cerita itulah yang mengarahkan saya menuju ke asal mula nama kue "Dange" ini pada masyarakat Bugis/Makassar yang dikaitkan dengan penjajah Belanda. 
   Mengutip Blog tetangga sebelah, ia mengatakan bahwa "Kue Dange telah ada sejak masa penjajahan Indonesia". Berdasarkan sejarah, negara yang paling lama menjajah Indonesia adalah negara Belanda, mulai dari tahun 1602 - 1942. Hal ini menyebabkan bahasa Indonesia memiliki kosakata yang banyak diserap dari bahasa Belanda, lihat daftar kosakatanya Disini.
   Dengan demikian, nama kue "Dange" ini saya hubungkan ke dalam bahasa Belanda dengan kata "Dank" yang artinya "Terima kasih". Mengapa? Karena secara fonologi, kedua kata tersebut hampir sama pengucapannya. Lebih jauh lagi, mengapa bahasa Bugis/Makassar tidak memiliki kosakata "Terima kasih"? Itu karena orang Bugis/Makassar dulunya tidak mengucapkan "terima kasih", melainkan memberikan sesuatu sebagai tanda terima kasih. 
   Asumsi saya disini adalah salah satu bentuk pemberiannya yakni berupa kue. Dan kue "Dange" inilah yang menjadi pemberian utama bagi para penjajah Belanda pada saat itu. Sehingga, orang Belanda pun mengatakan "Dank" sebagai ucapan terima kasih kepada masyarakat Bugis/Makassar atas pemberian kuenya. Nah, karena orang Bugis/Makassar sering mendengar kata tersebut setiap kali memberikan kue kepada penjajah Belanda. Maka, dinamakanlah kue "Dange" ini yang menyerupai bahasa Belanda, "Dank" yang artinya "Terima Kasih".
   Jadi, secara kesimpulan, kue "Dange" merupakan kue sebagai bentuk tanda terima kasih yang hingga kini mampu menjadi salah satu kuliner khas orang Bugis/Makassar. 
Sekian, wassalamualaikum wr. wb! 
Mohon perhatian, sekali lagi saya sampaikan bahwa jangan langsung dipercaya karena tulisan ini hanyalah asumsi semata tanpa dibuktikan secara empiris melalui penelitian. Makanya judul tulisan ini "Asal Muasalan" atau asal asalan saja hehehe !! :D Terima kasih. See you on top!
Read More
ANAK UINAM BELUM BANYAK YANG TAHU!!!

ANAK UINAM BELUM BANYAK YANG TAHU!!!

Pernah dengar pribahasa seperti ini tidak?  
Kalau tidak bisa membersihkan, paling tidak jangan mengotori!!
Maka, sama halnya dengan pribahasa ini, 
Kalau tidak bisa mengharumkan, paling tidak jangan menjelekkan!!
   Nah pada tulisan kali ini, saya tidak mau bahas tentang masalah birokrasi ataupun sejenisnya yang bahkan berpotensi untuk menjelekkan nama kampus sendiri. Tetapi justru sebaliknya, yang mau saya bahas adalah keunggulan kampusnya saja. Mengapa? Karena tahun ini tidak seperti tahun tahun kemarin. Jadi, paling tidak kita bahas yang unggul unggulnya. Setuju? Secara pengunjung saya juga berasal dari kampus yang berbeda. Atau sempat ada yang masih SMA trus membaca tulisan ini dan pada akhirnya mereka berupaya keras untuk menjadi bagian dari keluarga UINAM. Who knows? Iya kan?:D
   Mungkin mahasiswa yang anti banget dengan aturan kampus UINAM bakalan benci dengan tulisan ini. Bagaimana tidak? Mereka akan berupaya keras untuk mencari sisi sisi terburuk UINAM. Yah tidak apa apa sebenarnya, itukan haknya. Cuma sedikit tidak wajar kalau hanya jago menjelekkan, eh giliran ditantang untuk mengharumkan nama dengan cara berkompetisi di luar sana, malah belum bisa dengan berbagai alasan, kan lucu. :D. Semoga bukan kamu yah yang saya maksud. :)
   Baiklah, sebenarnya ada beberapa yang perlu kita ketahui bersama terkait keunggulan kampus yang mungkin belum sampai ke telinga anak UINAM. Bagi yang sudah sampai, yah syukur alhamdulillah kalau begitu. Tetapi bagi yang belum, monggo disimak poin poin berikut ini,
  • Alamat Email Khusus UIN Alauddin Makassar
  Jadi sebenarnya, setiap keluarga UIN Alauddin Makassar yang sementara berstatus mahasiswa, kita semua mempunyai alamat email tersendiri khas anak UINAM. Dan bukan hanya mahasiswanya saja, tetapi juga para dosen dosen UIN Alauddin Makassar. Nah alamat email tersebut bisa digunakan untuk mengirim tugas secara daring ke dosen dosen kita. Dan email tersebut mempunyai domain UIN Alauddin. Contoh emailnya, 60400115060@uin-alauddin.ac.id. 
   Iya, email untuk mahasiswa dan dosen itu sedikit berbeda. Kalau mahasiswa, kita menggunakan NIM (Nomor Induk Mahasiswa) yang diikuti oleh domain @uin-alauddin.ac.id. Sedangkan untuk dosen sendiri, mereka menggunakan nama pribadinya, contoh Hasrullah@uin-alauddin.ac.id jikalau kelak menjadi dosen nanti. Aamiin aamiin :D. 
   Lalu pertanyaannya, mengapa kita mahasiswa menggunakan NIM sebagai alamat emailnya? Sedangkan dosen justru nama pribadinya? Jangan langsung pergi demo yang menuntut bahwa ini tidak adil -__-. Itu karena ada banyak jumlah mahasiswa yang memiliki kesamaan nama di dalam kampus kita. Berbeda dengan dosen yang jumlahnya 1:50 dengan jumlah mahasiswa :D. Jadi, mereka (birokrasi) menyolusikannya dengan menggunakan NIM kita yang sudah dipastikan pada berbeda semua :D. Nah untuk mengaksesnya sendiri bagaimana? 
    Untuk mengaksesnya sendiri cukup mudah, kalian tinggal masukkan nama email kalian dan password-nya saja di Google mail (Gmail) pada umumnya. Namun yang jadi masalahnya adalah, ternyata sebagian besar dari kita semua belum mengetahui apa password email khas anak UINAM tersebut. Nah sebenarnya saya tahu password emailnya. Cuman, apa boleh yah dicantumkan melalui Blog ini? Maksudnya, saya sedikit khawatir karena sifatnyakan berupa privasi bersama. Kalau pengunjung Blog ini dipastikan adalah anak UINAM semua, yah tidak masalah mungkin dicantumkan. Tapi kalau bukan? -,,-"
    Untuk menghindari hal hal yang tak diinginkan terkait pemberitahuan password email mahasiswa, mending kalian langsung ke Pukistek saja untuk meminta password-nya. Mudah sekali password-nya, bahkan gak perlu dihapal malah karena kalian memang sudah hapal password-nya. Hanya saja kalian belum tahu apa itu :) Lebih baik mencegah daripada mengobati. 
   Oh iya, kantor Pukistek UINAM terletak di LT. 1 Rektorat UIN Alauddin Makassar. Dan kalian bisa kesana untuk bertanya mengenai password-nya.
  • Kancing Logam Keemasan Khas Almamater UIN Alauddin Makassar
  Nah yang satu ini adalah kancing logam khas UIN Alauddin Makassar. Mungkin diantara kalian sedikit awam mengenai kancing ini, soalnya cuma ada dua universitas di Indonesia timur yang memiliki kancing khas Almamaternya yang berwarna keemasan, ialah UIN Alauddin dan Universitas Hasanuddin.  Yah, benar! Bapak dan Anak, Alauddin dan Hasanuddin (kalau ditinjau dari segi sejarah kerajaan Gowa).
   Latarbelakang munculnya ide kancing ini adalah kurangnya rasa kepercayaan diri terhadap mahasiswa UINAM untuk memakai almamaternya sendiri. Bisa dilihat kalau kita ke kampus, pasti almamaternya dipakai hanya pada saat mempunyai acara kegiatan semata. Namun, jarang dipakai untuk beraktivitas kuliah pada umumnya. Nah, untuk mendapatkan kancing khas almamater UIN Alauddin ini, kalian bisa lihat pada foto dibawah ini, atau kunjungi link berikut Kreativitas Anak UINAM dengan Style Almamater yang lebih Elegan
   Baiklah, itulah tulisan singkat yang bisa saya paparkan pada postingan kali ini. Semoga bisa bermanfaat pada khalayak umum, terkhusus untuk keluarga UIN Alauddin Makassar. Apabila kalian mempunyai pertanyaan atau tambahan cerita yang unggul terkait kampus UINAM, silakan berkomentar di bawah.
Sekian, wassalamualaikum, wr.wb! See you on top!
Read More
JANGAN MATIKAN IDE SKRIPSI SAYA PAK!!!

JANGAN MATIKAN IDE SKRIPSI SAYA PAK!!!

Memperbaharui oke, tapi jangan mematikan ide!
   Sebuah kutipan singkat yang cocok untuk seorang yang berprofesi sebagai pengajar. Saya sudah keluar dari zona nyaman dengan menyusahkan diri saya untuk terus menggeluti dunia penelitian. Mungkin orang orang pada heran, "Kok skripsinya gak dikerja, malah buat penelitian yang lain? Skripsimu saja dulu". Oke, saya punya sebab-akibat dibalik itu semua mengapa saya kurang bersemangat dalam menggarap skripsi saya. Padahal jika ditinjau, skripsi juga merupakan salah satu bentuk karya tulis ilmiah (penelitian). Iya betul, skripsi memang bagian dari penelitian yang tingkatannya sudah lebih dari karya tulis makalah maupun artikel. Namun, bukan dikarenakan susah untuk menggarapnya, tetapi karena pembimbingnya yang jago mematikan ide mahasiswa. Saya tidak mau sebut siapa orangnya, tapi beliau memang cukup terkenal dengan karakternya yang seperti itu. 
   Ide skripsi saya adalah pembuatan aplikasi Linguistik yang berbasis Android dengan berdasar pada teori Rule Based Machine Translation pada cakupan linguistik komputasi. Awal mula saya bimbingan itu cukup baik baik saja karena beliau gak mau tahu apa isi dari skripsi saya. Yah hanya berupa bimbingan yang umum memang untuk diketahui oleh seorang mahasiswa. Mulai dari cara menyusun skripsi, tata bahasa (apabila berbahasa Inggris), pokoknya yang sifatnya umum. Sedangkan isi dari skripsinya sendiri, beliau mungkin kurang mendalami ilmu yang saya kaji, makanya gak pernah membimbing saya terkait ide penelitiannya. Beliau pernah kurang tepat dalam menebak teori yang saya gunakan. Terlebih lagi, udah tahu kurang tepat, eh malah dibenar benarkan. Banyak keluhan saya sebenarnya selama mendapatkan beliau sebagai pembimbing saya, dan jujur demi apa, saya sangat tidak nyaman. :D 
   Ketidaknyamanan itulah yang membuat saya kurang bersemangat dalam bimbingan skripsi. Apalagi beliau pernah mematikan ide saya. Dan itu yang membuat saya lebih tidak nyaman lagi. Bagaimana tidak? Mematikan ide itu sama halnya dengan pembunuhan karakter. Dan pembunuhan karakter itulah yang paling haram hukumnya di dalam dunia pendidikan. :) 
   Pembunuhan karakter atau Character Assassination merupakan suatu perbuatan dalam merusak reputasi seseorang. Perusakan reputasi ini bisa dilakukan dengan tidak mempercayai potensi yang dimiliki oleh seseorang. Dan itulah yang saya alami terkait bimbingan skripsi saya. Beliau bahkan tidak mau jadi pembimbing saya apabila saya tetap berdiri pada pendirian saya. Dan saya masih sangat ingat dan membekas didalam hati saya dengan kata kata, "Yah sudah, saya tidak mau jadi pembimbing kamu kalau kamu tetap menggunakan bahasa Indonesia di dalam aplikasi ini". 
  Memang awal pembuatan aplikasi saya itu berbahasa Indonesia, beliau menginginkan kalau bahasa tersebut diubah menjadi bahasa Inggris. Sebenarnya untuk merubahnya itu tidak susah susah amat sih, cuma bentakan kata katanya itu yang saya tidak suka. Terlebih lagi, dasar saya dalam menggunakan bahasa Indonesia itu cukup urgensi permasalahannya. Ialah aplikasi linguistik yang berbahasa Indonesia itu belum ada yang tersedia di Indonesia. Dan kita sebagai pemerhati bahasa berperan penting untuk memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut. Namun beliau tetap menginginkan saya untuk menggunakan bahasa Inggris. Sedangkan aplikasi linguistik yang berbahasa Inggris itu berjibung banyaknya yang tersedia di Google Playstore. 
  Sekedar menebak alasanya, mungkin karena saya jurusan bahasa dan sastra Inggris, makanya dilarang menggunakan bahasa Indonesia. Dan bagi saya pribadi, bahasa Inggris itu hanyalah bahasa pengantar pada skripsi saya. Sedangkan untuk mengkaji bahasa itu tidak dibatasi hanya pada bahasa Inggris. Lagian coba deh dipikir bahwa apabila bahasa Inggris dijadikan sebagai bahasa yang menjelaskan bahasa lain. Kan lebih meluas kita punya penerapan ilmu bahasa. Tetapi yakin deh, 1000% yakin kalau masukan di atas gak bakalan diterima oleh beliau. Hampir dipastikan kalau seluruh mahasiswa yang menjadi anak bimbingannya pasti sudah terkenal dengan karakternya beliau. Entah deh bagaimana pola pikirnya dia. :D 
   Yah sudah, karena penyebab itulah yang membuat saya harus menggunakan bahasa Inggris. Dan karena sifatnya yang bukan terbaru apabila menggunakan bahasa Inggris, maka sayapun mengubah pengguna aplikasi tersebut hanya untuk lingkup jurusan saya. 
  Toh buat apa juga untuk dipakai banyak orang, sedangkan banyak yang tersedia di Google Playstore. Maksud saya, aplikasi linguistik yang berbahasa Inggris itu pesaingnya banyak di luar sana yang menyebabkan aplikasi saya berpotensi tinggi untuk kurang laku di pasaran Google! Itulah mengapa saya menggunakan populasi pengguna hanya untuk cakupan jurusanku saja dengan mendisain logo universitas agar mereka bisa menyayangi produk lokal sendiri ketimbang produk orang luar. 
  Berbicara mengenai universitas, selama saya menggeluti dunia penelitian, sedikit banyaknya dosen dosen yang menjadi bimbingan Karya Tulis Ilmiah merasa senang terhadap pengajuan penelitian saya. Bahkan ada beberapa yang menwarkan untuk dijadikan ide skripsi dengan mengganti ide dan pembimbing saya. Dan saya justru bakalan terima dengan senang hati, terlebih lagi salah satu dosen yang ingin menjadi pembimbing saya itu idola saya juga yang justru ramah banget, bahkan ambil studinya di Amerika pula dan menggeluti teori penelitian yang sama dengan cakupan saya. Namun, sebelum saya memutuskan untuk mengganti pembimbing, kemungkinan besar saya akan konsultasi terlebih dahulu. Karena jujur, apabila saya tetap mempertahankan apa yang membuat saya tidak nyaman, maka hal tersebut tidak akan ada baiknya yang justru berakibat fatal juga terhadap penelitian saya.
 Apabila yang membaca ini adalah seorang pengajar di universitas, maka ada baiknya bapak/ibu membaca artikel berikut, Tugas dan Kewajiban Dosen Pembimbing Mahasiswa
Sekian, wassalamualaikum wr. wb!!!
Read More