STUDY WITH ME: TOEFL STRUCTURE #3 DAN 20 DAFTAR KOSAKATA TOEFL

STUDY WITH ME: TOEFL STRUCTURE #3 DAN 20 DAFTAR KOSAKATA TOEFL

Assalamualaikum wr.wb,
   Postingan ini merupakan lanjutan dari TOEFL Structure #2, klik disini. Nah, postingan ini adalah tanda bahwa kita sudah mulai memasuki skil-skil dengan level kedua, ialah kalimat dengan multiple klausa. Jadi sebelumnya, pada skill 1 - 5, merupakan skill dengan level pertama. Dan selanjutnya, skill 6 -7, merupakan skill dengan level kedua. Namun sebelum kita meninjau skil-skil tersebut, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu, apa itu "Kalimat dengan Multiple Klausa?"
   Kalimat dengan Multiple Klausa merupakan sebuah kalimat yang memiliki lebih dari satu klausa. Nah apa itu klausa? Klausa merupakan kumpulan kata yang berisi sebuah subject dan verb. Jadi musti diingat bahwa dalam satu kalimat bahasa Inggris, biasanya memiliki lebih dari satu klausa. 
   Apabila kita menemukan sebuah kalimat pada soal TOEFL structure, yang memiliki lebih dari satu klausa. Maka kita harus memastikan bahwa setiap subject memiliki verb, dan setiap verb memiliki subject. Kemudian, kita perlu memastikan juga bahwa setiap klausa yang ada di dalam kalimat tersebut, tergabung dengan tepat dan benar (koheren/korelasi). Bagaimana caranya? simak skil-skilnya dibawah ini,

6. Penggunaan "COORDINATE CONNECTORS"

    Seperti yang saya katakan di atas bahwa pada soal TOEFL structure biasa memiliki lebih dari satu klausa untuk setiap kalimatnya. Dan pastikan bahwa setiap klausa itu tergabung dengan TEPAT dan BENAR, sehingga membentuk sebuah kalimat yang utuh dan koheren/korelasi. Nah, untuk menggabungkan setiap klausa tersebut, maka dibutuhkan sebuah "Connector" atau "Penghubung". 
    Ada banyak contoh kata connectors dalam bahasa Inggris, tergantung dari jenis connector-nya. Namun pada skill ini, kita menspesifikkannya pada jenis "Coordinate Connectors" saja. Oke? Berikut contoh connectorsnya, 
and, but, or, so, yet
Biar lebih gampang diingat, maka kita singkat dengan nama "ABOSOY"; And, But, Or, So, Yet. 

    ABOSOY ini bisa digunakan untuk menggabungkan lebih dari satu klausa dalam membentuk sebuah kalimat yang utuh. Namun, kita musti memilih dengan tepat agar kalimatnya menjadi koheren/korelasi juga. A.K.A kita tidak boleh sembarang memilih Coordinate Connector
   Berikut contoh-contoh klausa yang harus dijadikan sebuah kalimat yang utuh nan koheren/korelasi. 
   Silakan dijawab terlebih dahulu pada buku catatannya, lalu mencocokkan jawabannya pada foto berikut, klik disini
Kuncinya adalah, perlu diingat baik-baik bahwa setiap ada subject pasti ada verb, begitupun sebaliknya! Jadi, pastikan bahwa setiap klausa (clause) memiliki sebuah subject dan verb. Lalu pahami arti dari setiap klausa, dan connector-nya. Sebab bukan hanya dari segi keutuhan kalimat yang dicari, tetapi juga dari segi koherensi/korelasinya. Apakah kalimat itu terhubung secara rasional, akal, logika atau justru tidak. Sebab percuma apabila kalimatnya utuh, namun ternyata pemilihan Connector-nya menyebabkan kalimat tersebut tidak masuk akal, A.K.A tidak tepat.
Contoh soal
A power failure occured,______the lamps went out.
(A) then
(B) so
(C) later
(D) next

Silakan dijawab! Kunci untuk menjawabnya ada di atas. 

7. Penggunaan "ADVERBTIME DAN CAUSE CONNECTORS"

    Poin ini saya singkat saja, sebab penggunaannya sama dengan skill di atas. Yang membedakan hanyalah jenis connetor-nya saja; Skill 6 Coordinate Connectors, dan Skill 7 Adverb Connectors. Nah pada skill 7 ini, ada dua macam Adverb Connectors yang saya paparkan; Time dan Cause connectors.
  • Time connectors

1. I will sing a song after you leave. 
2. after you leave, I will sing a song. 

   Pada masing-masing contoh kalimat di atas, terdapat dua klausa; "you leave" dan "I will sing a song". Kemudian pada klausa "you leave" terdapat kata "after" yang mendahuluinya, maka klausa tersebut adalah sebuah Adverbtime clause. Sebab kata "after" merupakan tanda bahwa ia sebuah connector dengan jenis time connectors (lihat foto di atas).

  • Cause Connectors

1. I was singing a song since you left. 
2. Since you left, I was singing a song. 

   Pada masing-masing contoh kalimat di atas, terdapat dua klausa juga; "you left" dan "I was singing a song". Kemudian pada klausa "you left" terdapat kata "since" yang mendahuluinya, maka klausa tersebut adalah sebuah Adverbcause clause. Sebab kata "since" merupakan tanda bahwa ia sebuah connector dengan jenis cause connectors (lihat foto di atas). 

   Selanjutnya, apabila kita perhatikan dengan seksama pada kedua contoh kalimat di atas, Adevertime dan Adverbcause Clause, maka kita bisa lihat bahwa masing masing kalimat nomor satu tidak memiliki tanda koma sama sekali. Mengapa? Karena connector "after" maupun "since" berada tepat di tengah kalimat yang menyatukan kedua klausa. 

   Berbeda dengan contoh kalimat nomor dua, dimana masing-masing "connector"-nya berada di awal kalimat; "after" maupun "since". Maka, ketika connector muncul di awal kalimat, dibutuhkan sebuah tanda koma (,) untuk memisahkan dua klausa. Paham yah? 

Oke, kita masuk ke contoh soal kalau bagitu. 

Contoh soal
____was late, I missed the appointment
a. I
b. Because
c. The train
d. Since he

Silakan dijawab!
    Kuncinya adalah, perlu diingat baik-baik bahwa setiap ada subject pasti ada verb, begitupun sebaliknya! Jadi, pastikan bahwa setiap klausa (clause) memiliki sebuah subject dan verb. Lalu pahami arti dari setiap klausa, dan connector-nya. Sebab bukan hanya dari segi keutuhan kalimat yang dicari, tetapi juga dari segi koherensi/korelasinya. Apakah kalimat itu terhubung secara rasional, akal, logika atau justru tidak. Sebab percuma apabila kalimatnya utuh, namun ternyata pemilihan Connector-nya menyebabkan kalimat tersebut tidak masuk akal, A.K.A tidak tepat.
 PENUTUP
    Untuk postingan kali ini hanya dua skill saja. Karena postingan selanjutnya akan masuk pada level ketiga dimana akan lebih banyak lagi kalimat yang akan ditemukan. Jadi, di atas itu cuman satu kalimat saja yang digabungkan dari dua klausa. Selanjutnya justru lebih banyak lagi, dan itu berarti  skillnya akan lebih menantang. 
   Sebagai bonus tambahan sekaligus penutup pada postingan kali ini, berikut saya paparkan kosakata-kosakata TOEFL yang wajib dipahami. 
  1. abundant (adj.) present in large quantities
  2. accumulate (v.) to collect gradually
  3. accurate (adj.) correct; free from errors
  4. accustomed (adj.) used to something
  5. acquire (v.) to come into possession of
  6. adamant (adj.) refusing to change an opinion
  7. adequate (adj.) enough to suit your needs
  8. adjacent (adj.) close to or next to
  9. adjust (v.) to change something so it serves its purpose better
  10. advantage (n.) something that makes it easier to achieve success
  11. advocate (v.) to publicly support
  12. adverse (adj.) unfavorable; against one’s desires
  13. aggregate (v.) to combine
  14. aggressive (adj.) assertive and pushy
  15. allocate (v.) to put aside for a specific purpose
  16. alternative (n.) another option or choice
  17. amateur (n.) someone who is inexperienced or not highly skilled in a particular area
  18. ambiguous (adj.) having several potential meanings; unclear and difficult to understand
  19. ambitious (adj.) having large goals
  20. amend (v.) to change for the better; to improve
Wassalamualaikum wr.wb, see you in front of the next post! :) 
Read More
SCHEDULE FOR GRADUATION 2018: PROSES MENJEMPUT GELAR NAMA "HASRULLAH, S.HUM"

SCHEDULE FOR GRADUATION 2018: PROSES MENJEMPUT GELAR NAMA "HASRULLAH, S.HUM"

Assalamualaikum wr. wb,
   Berhubung saya memiliki tugas dari dosen pembimbing untuk menyusun jadwal wisuda saya, A.K.A Schedule for Graduation 2018. Maka tulisan ini, saya akan memaparkan apa-apa saja yang perlu saya lakukan untuk memperoleh gelar Sarjana Humaniora saya, Hasrullah, S.Hum.

   Secara realistis, saya hanya mampu menargetkan di bulan Desember 2018. Sedangkan di bulan September ke depan, saya nggak bakalan bisa. Mangapa? Karena durasi waktu yang tidak memungkinkan mengingat jurusan saya yang justru paling banyak tesnya di antara jurusan lain di kampus. Jadi musti menyediakan waktu yang matang untuk berproses menuju jadwal Wisuda.
   Tulisan dan jadwal ini saya posting tepat pada tanggal 09 Agustus 2018. Maka jadwal ini pun terhitung dari tanggal tulisan ini diposting. Jadwal ini saya rumuskan semaksimal mungkin dengan mempertimbangkan waktu kesibukan staf birokrasi jurusan maupun fakultas. So let's move to each body paragraph below (Poin per poin).

1. Bulan Agustus 2018

    Berdasarkan informasi dari dosen pembimbing saya, in shaa Allah di bulan ini saya bakalan seminar proposal. Sarannya setelah lebaran Haji, in shaa Allah langsung seminar proposal. Soalnya kata beliau, "akhir-akhir ini, staf jurusan pada sibuk untuk mempersiapkan event kemerdekaan di kampus". Namun sebenarnya, saya sangat berharap agar minggu depan saya sudah bisa mengurus seminar proposal. Sebab kantor Tata Usaha Fakultas saya juga lumayan lama untuk memproses kebutuhan berkas. Berikut jadwalnya, 


   Kalau kita lihat tanggal yang dikotak hijau, itu merupakan tanggal persiapan saya untuk merevisi akhir proposal sekaligus persiapan seminar. Dosen pembimbing saya menyarankan seminar proposal setelah Lebaran Haji, ialah sekitar tanggal 23 atau 24 Agustus 2018. Sebab tanggal 13 Agustus, staf jurusan mulai pada sibuk katanya. Namun yang saya warnai justru di tanggal 29 Agustus 2018 (stabilo Ungu) untuk seminar Proposal. Mengapa? Karena tanggal tersebut merupakan tanggal maksimal bahwa saya harus seminar proposal. Apabila saya lewat dari tanggal tersebut, maka jadwal lain pada hancur. Jadi, bisa saja saya seminar sebelum tanggal 29 ini, namun saya nggak boleh lewat dari tanggal 29 Agustus 2018 untuk seminar proposal. 
   Nah disini, saya bakalan tetap produktiv terhadap waktu. Maksudnya adalah, saya tidak mungkin hanya berfokus pada revisi dan persiapan proposal semata. Saya tetap harus menyisipkan waktu belajar untuk ujian-ujian selanjutnya; Materi TOEFL, Dirasah Islamiyah, Linguistik dan English Proficiency Test. Sebab itu memerlukan waktu belajar yang cukup juga untuk mengulang-ulang materi. That's why, akhir-akhir ini saya kebanyakan nulis tentang TOEFL, karena itu merupakan momok inti di jurusan saya. Terlebih dengan standar nilai TOEFL-nya yang tidak main-main bung. 

2. Bulan September 2018

   Setelah saya seminar, maka mulai masuk awal bulan September 2018. Nah disini persiapan saya adalah merevisi hasil seminar proposal sekaligus mempersiapkan produk skripsi saya untuk diujicoba ke lapangan. Berikut jadwalnya, 


   Berdasarkan jadwal di atas, maka kotak yang berwana biru itu merupakan tanda bahwa saya musti membagi tugas antara merevisi hasil ujian proposal dan mempersiapkan berkas-berkas untuk meneliti, A.K.A ujicoba produk lapangan. Iya, metode penelitian yang saya gunakan adalah Research and Development (R&D) yang in shaa Allah bakalan menghasilkan sebuah produk untuk saya ujicoba. Dan mulai tanggal 10 September, saya pun menguji coba produk tersebut ke mahasiswa, ialah proses meneliti. 
   Ujicoba ini saya satukan jadwalnya dengan proses menulis analisis dan pembahasan. Mengapa? Karena pendekatan model yang saya gunakan pun tidak begitu panjang, A.K.A tidak seperti dengan tulisan saya sebelumnya yang begitu panjang proses R&D-nya untuk menguji coba sebuah produk, klik disini. Richey dan Klein 2009 mengatakan bahwa etika seorang peneliti (selain dari penguasaan materi) adalah dana dan waktu (di dalam Sugiyono, 2015). Nah kalau saya pribadi adalah waktu, demi apa cuman waktu yang saya pertimbangkan baik-baik. 
   Kemudian masuk tanggal 17 September (stabilo warna Kuning), dimana tanggal tersebut merupakan tanggal untuk memulai proses revisi. Nah disini, saya membagi jam aktivitasnya, pagi - sore adalah bimbingan dan revisi, begitu seterusnya untuk pagi - sore (tergantung dari jadwal dosen pembimbing juga). Kemudian malam atau subuhnya, saya latihan soal-soal TOEFL lagi selama satu Minggu FULL (Kotak warna kuning). Materi soal udah saya persiapkan jauh-jauh hari dan saya harus membiasakan diri lagi untuk menjawab soal-soal TOEFL tersebut.
    Nah, mulai tanggal 24 September (stabilo warna Ungu), saya sudah harus Ujian TOEFL di Lab Bahasa jurusan saya. Ini wajib soalnya untuk bisa lulus. Tidak main-main, standar skor sebenarnya adalah 500, namun saya pribadi menargetkan 550. Bukan berarti saya sok-sokan menarget di luar standar. Cuman kan kalau emang saya belum mampu 550, paling tidak bisa melewati sedikit atau menyamai skor standar jurusan. Konsekuensinya pun saya harus membiasakan diri lagi untuk mencapai skor yang sesuai dengan target pribadi, dan secara otomatis akan melewati target skor jurusan.  
   BTW untuk tanggal yang diberi stabilo warna Ungu, saya memberikan tenggak waktu selama satu Minggu full untuk tes TOEFL. Saya musti menyesuaikan juga dengan waktu dosen yang bertugas di Lab Bahasa. Siapa tahu dalam waktu seminggu itu hanya dua kali diadakan tes TOEFL, who knows? Maka in shaa Allah, saya bakalan mempersiapkan diri sebaik mungkin agar ujiannya tidak memakan waktu yang berkali-kali hingga lewat dari tenggak waktu yang telah ditentukan. Sebab, masih ada jadwal di bulan Oktober yang menunggu. Apabila dalam satu minggu itu saya belum mampu melewati skor, maka hancurlah jadwal di bulan Oktober. So, I must prepare well. Mohon doanya!

3. Bulan Oktober 2018

   Masuk awal bulan Oktober, A.K.A mulai tanggal 1 Oktober 2018 (Kotak warna Ungu), itu merupakan aktivitas saya untuk bimbingan dan revisi, sekaligus persiapan ujian Komprehensif dan English Proficiency Test. Durasinya sesuai tanggal yang diberi kotak berwarna Ungu; pagi-sore bimbingan, dan malamnya belajar. Kemungkinan besar saya bakalan review hasil belajar melalui blog saya ini terkait persiapan menghadapi ujian Komprehensif agar blog ini juga tidak nganggur. 


   Nah untuk ujian Komprehensif disini terdiri atas dua tes, ialah Tes pengetahuan bekal akhirat (Dirasah Islamiyah) dan tes pengetahuan bekal dunia, A.K.A fokus jurusan. Saya pribadi cenderung fokus pada linguistik (ilmu bahasa), jadi yang bakalan dites adalah pengetahuan saya seputar linguistik. Sedangkan English Proficiency test disini, saya masih awam bagaimana ujiannya. Tetapi mungkin, tes tersebut merupakan tes untuk menguji kemampuan bahasa Inggris yang tidak ditemukan pada tes TOEFL PBT (Paper Based Test). Melainkan pada tes TOEFL IBT (Internet Based Test), A.K.A Computer Based Test; seperti tes Speaking dan Writing secara langsung di hadapan dosen penguji.

   BTW berbicara mengenai English Proficiency test, untuk saat ini jujur saja kalau saya sedikit khawatir untuk tes speaking. Sebab saya kebanyakan nulis ketimbang bicara. Akibatnya ketika saya menulis (writing), otak saya justru lebih lancar memproduksi bahasa, ketimbang berbicara (speaking). Itulah mengapa kalau proses belajar-mengajar di kelas, saya lebih banyak diam. Kalau pun mau berbicara, saya musti persiapkan dengan minding map secara matang. 
   Dan yah prediksi saya, sepertinya saya bakalan lambat menjawab ketika tes speaking. Bukan karena saya tidak mengetahui artinya, tetapi otak saya emang lambat memproduksi bahasa ketika berbicara.  Cuman yah, ini bukan alasan untuk membela diri. Sebab kedepan saya bakalan tetap harus memasuki rana TOEFL IBT yang memiliki tambahan kedua tes tersebut, Speaking dan writing. Terlebih dengan tes speaking-nya yang bahkan di depan native-nya langsung. 
#For Your Information only, berbicara mengenai speaking, ada penelitian yang mengatakan bahwa cara untuk memperlancar speaking, salah satunya dengan mengonsumsi alkohol. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa mengonsumsi alkohol sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan berbicara dalam bahasa Asing, Klik DisiniWanna try? :P 
   Setelah mempersiapkan diri, kurang lebih dua Minggu karena termasuk waktu bimbingan dan revisi. Maka mulai tanggal 15-27 Oktober 2018, saya sudah mulai memasuki rana ujian Komprehensif dan English Profiency Test. Dan saya harus bisa lulus pada tanggal tersebut. Sebab apabila lewat dari tanggal kesepakatan, maka hancurlah proses jadwal di bulan November selanjutnya. 

4. Bulan November 2018

   Satu bulan sebelum acara wisuda, itu ada pendaftaran wisuda bagi yang telah diyudisium. Maka secepatnya saya harus diYUDISIUM di bulan November agar bisa mendaftar Wisuda di akhir November, berikut jadwalnya. 


   Memasuki awal bulan November 2018, saya hanya berfokus untuk melengkapi berkas-berkas kelengkapan dan memperbaiki skripsi saya berdasarkan arahan kedua dosen pembimbing. Jadwalnya sesuai yang diberi kotak Merah di atas. Dan jadwal tersebut saya sesuaikan pula dengan waktu dosen pembimbing. Pokoknya secepatnya, saya harus melancarkan bimbingan dan merevisi agar saya bisa masuk Ujian Hasil dan merevisinya lagi. Sehingga pada tanggal 19 November 2018, saya sudah layak diberi gelar S.Hum aamiin-aamiin yah Allah! 
    Identifikasi jadwal Yudisiumnya ada pada tanggal yang diberi kotak dengan stabilo warna Kuning. Sehingga, minggu berikutnya saya sudah bisa mempersiapkan untuk mendaftar wisuda pada periode 2018. Satu bulan sebelum acara wisuda, kita musti sudah terdaftar, sebab bakalan banyak persiapan lagi di bulan Desember 2018. 

5. Bulan Desember 2018

   Memasuki awal bulan Desember, saya sepertinya harus tetap merevisi berdasarkan janji ketika diyudis (tenggak waktu sebulan biasanya). Sembari persiapan mengikuti Gladi wisuda juga, baik tingkat Fakultas maupun Kampus. In shaa Allah  acara wisuda dimulai pada jadwal berikut, 
   Acara wisuda di atas berdasarkan tanggal akademik kampus yang saya dapatkan. Jadi, musti bisa, dan harus bisa diwisuda pada tanggal 19 - 20 Desember 2018. 

PENUTUP
    Baiklah, itulah jadwal yang wajib saya penuhi selama 5 bulan full ke depan. Dan jadwal tersebut bisa saja lebih cepat ketimbang apa yang sudah saya jadwalkan. Sebab semangat saya untuk bisa diwisuda tahun ini, itu sangat-sangat besar, VERY EAGER honestly!!!! Namun karena saya harus tetap mempertimbangkan waktu dosen pembimbing saya, jadi mungkin terkesan lama. Tetapi, perlu saya tekankan ke diri saya sendiri bahwa jadwal di atas itu nggak boleh lewat satu pun sesuai yang telah dirumuskan. Kalau bisa lebih cepat, justru lebih bagus lagi. In shaa Allah saya akan bekerja lebih cepat dan lebih giat lagi dari lomba-lomba karya tulis ilmiah maupun konferensi-konferensi penelitian sebelumnya.

   Harapan saya agar tulisan ini bisa dibaca juga oleh dosen-dosen yang mungkin beberapa di antaranya adalah penguji saya nantinya. Terlebih dosen pembimbing saya yang menyarankan agar jadwal wisuda ini disusun. Dan yah, seperti inilah pak :) Saya hanya bisa berdoa dan berusaha sebaik mungkin terkait jadwalnya. Selebihnya saya berserah diri akan kehendak tuhan yang diperantarai oleh bapak dan ibu dosen sekalian. :) 

   Sebagai penutup, sangat besar harapan saya agar bisa diwisuda tahun ini. Sebab impian saya yang lain, di tahun berikutnya, sedang menunggu giliran untuk dijemput juga. Mohon doanya teman-teman! Dan maaf apabila tulisan ini cukup dramatis. :)

Kini saatnya saya mengakhiri apa yang telah saya mulai! 
Hormat saya
Hasrullah 
Read More
STUDY WITH ME: TOEFL STRUCTURE #2 DAN ALAT TEMPUR UNTUK MEMBACA BUKU

STUDY WITH ME: TOEFL STRUCTURE #2 DAN ALAT TEMPUR UNTUK MEMBACA BUKU

Assalamualaikum wr.wb, 
   Sebelumnya saya sudah memaparkan skill 1 – 3, klik disini. Dan sekarang kita lanjut lagi dengan skil 4 – 5. Iya, cuma dua skil saja, sebab antara skil 1 - 5 menurut saya itu merupakan skill dengan level pertama. Selanjutnya masuk pada level kedua dengan postingan yang berbeda.

Hm.. tanpa banyak basa basi, langsung saja, simak review di bawah ini. 

4. Hati-Hati dengan “Present Participles” 

Present Participal merupakan sebuah Verb yang berakhiran -ing (Verb-ing), contoh Speaking, Writing, Reading, Listening, dls. Namun perlu digaris bawahi bahwa pada soal TOEFL’s Structure, sebuah Present Participles juga dapat membuat kita bingung. Bagaimana tidak? Walaupun berupa Verb-ing, tetapi ia juga bisa menyamar sebagai Adjective (Kata sifat). So, musti hati-hati!
Lalu gimana cara mengidentifikasi apakah Present participles ini adalah murni sebuah Verb atau justru Adjective? Good question! Baiklah, begini cara mengidentifikasinya. 
  • Present Participles bagian dari Verb murni apabila ia didahului oleh kata kerja “to be”; seperti am, are, is, was, were

Contoh, 
Rull is speaking French to his friend

Speaking merupakan Verb-ing! Dan ia juga sebagai Verb murni. Mengapa? Sebab ia didahului oleh kata kerja “to be”, ialah is. Look at that "is"!

  • Present Participles bagian dari Adjective apabila ia TIDAK didahului oleh kata kerja “to be”. Ingat! TIDAK DIDAHULUI! 

Contoh
Rull speaking French to his friend has a girl.

Speaking tetap merupakan Verb-ing, karena base form-nya emang dari verb. Namun ia bukan sebagai verb murni, melainkan sebuah Adjective karena tidak didahului oleh kata kerja “to be”. Dan apabila diperhatikan lebih lanjut dari kalimat di atas, terdapat verb murni setelah verb-ing, ialah has. Jadi kalimat di atas itu merupakan bentuk reduction dari:
  • Kalimat awal: Rull who speaks French to his friend has a girl. 
  • Reduction, A.K.A Pengurangan: Rull who speaks+ing French to his friend has a girl.
  • Kalimat Akhir: Rull speaking French to his friend has a girl

Latihan Awal: 

Menurut anda, manakah kalimat yang sudah benar? 
1. Those travels are completing their trip on Delta should report to Gate three.
2. The companies offering the lowest prices will have the most customers.

Silakan dijawab!
Kuncinya adalah Present Participles merupakan Verb yang berakhiran -ing (suffix). Namun, Present participle tersebut bisa bagian dari Verb murni atau justru Adjective. Dengan catatan bahwa Present Participles bagian dari Verb murni apabila ia DIDAHULUI oleh kata kerja “to be”; am, are, is, was, were. Sedangkan Present Participles bagian dari Adjective apabila ia TIDAK DIDAHULUI oleh kata kerja “to be” tersebut. 

5. Hati-Hati dengan Past Participles

   Sama halnya dengan present participles, A.K.A Past Participles juga rentang membuat kita bingung. Pertanyaannya sama kok, “apakah kata ini bagian dari Verb murni atau justru Adjective?” Nah, perbedaanya terletak pada bentuk waktunya semata. Jadi, teman-teman yang membaca ini disarankan agar telah familiar dengan bentuk waktu dalam Bahasa Inggris (Tenses). Oke? Ada dua hal yang perlu diketahui tentang Past Participles pada soal TOEFL’s Structure.

  1. Pertama, Past participles memiliki dua bentuk kata kerja lampau, ialah Regular dan Irregular. Dimana Regular-nya sering berakhiran -ed pada jenis kata kerja kedua dan ketiganya (verb-ed). Sedangkan Irregular-nya justru nggak bisa ditentukan, musti hafal seluruh kata kerja irregular! Unduh disini.
  2. Kedua, Past Participles bagian dari verb murni apabila didahului oleh kata kerja "Have/Has/had" atau "to be". Sedangkan Past participles bagian dari Adjective apabila tidak didahului oleh Have/has/had atau to be

Contoh:

Past Participles bagian dari verb murni
1. The linguist has spoken many languages. 

Past participle bagian dari Adjective
2. The linguist spoken many languages has appeared on newspaper

Penjelasan:
  1. Ingat! Past Participles bagian dari verb murni apabila didahului oleh kata kerja Have/Has/had atau To be. Dan coba tinjau kalimat pertama di atas, terdapat kata “has” sebelum irregular verb spoken”. Dengan kata lain, kata “spoken” didahului oleh kata “has”. Maka, kata “spoken” merupakan verb murni yang berasal dari kata “Speak”. Inilah pentingnya menghapal seluruh Irregular verb agar bisa mengidentifikasi setiap kata kerja (verb).
  2. Ingat! Past participles bagian dari Adjective apabila TIDAK DIDAHULUI oleh Have/has/had atau To be. Dan coba ditinjau kembali kalimat kedua dimana tidak ada kata Have/has/had atau pun “to be” yang mendahului irregular verb“Spoken”. Maka bisa dipastikan bahwa kata “Spoken” merupakan Adjective, walaupun sebenarnya ia berasal dari kata kerja. Kemudian apabila kita perhatikan dengan seksama, setelah kata “Spoken”, terdapat verb murni di sana! Look at that, ialah "has appeared:. Dan kalimat di atas merupakan reduction dari;

  • Kalimat awal: The linguist who spoke many languages has appeared on newspaper. 
  • Reduction: The linguist who spoke many languages has appeared on newspaper.
  • Kalimat akhir: The linguist spoken many languages has appeared on newspaper.

Keterangan: 
"Spoke" merupakan verb kedua (past) dari "speak". Lalu direduksi dan diganti oleh "Spoken" yang merupakan verb ketiga (past participle) dari "speak". "Speak" disini merupakan base form-nya (bentuk dasarnya). 

Latihan Awal:

Menurut kamu, manakah kalimat yang sudah benar? 
1. The car listed in the advertisement had already stalled
2. The money was offered by the client was not accepted.

Silakan dijawab!
Kuncinya adalah silakan menghafal daftar Regular dan Irregular verb terlebih dahulu beserta artinya, UNDUH disini. Kemudian pahami, Past Participles bagian dari verb murni apabila didahului oleh kata kerja Have/Has/had atau To Be. Sedangkan Past participles bagian dari Adjective apabila TIDAK DIDAHULUI oleh Have/has/had atau To Be.
PENUTUP 

   Baiklah, saya pikir cukup dua skill saja untuk postingan kali ini. Sebab antara skill pertama sampai skill kelima merupakan level pertama untuk diketahui.  Selanjutnya (postingan yang akan datang), berlanjut pada skill keenam sampai seterusnya sebagai level kedua. Iya, level kedua! Karena kita bakalan masuk pada kalimat-kalimat dengan multiple klausa, oke? Harap bisa dipahami di atas. 

Sebagai nilai tambahan pada postingan kali ini, izinkan saya untuk memperlihatkan, apa-apa saja yang diperlukan untuk membaca buku; baik di luar maupun di dalam ruangan. 

ALAT TEMPUR YANG DISEDIAKAN UNTUK MEMBACA BUKU


  1. Stabilo warna 
  2. Spidol warna 
  3. Pulpen dan Pensil
  4. Penjepit Kertas 
  5. Sticky Note
  6. Pelantang 
  7. Water finger 
  8. Tempat penyimpanan
   Untuk fungsi dan harganya masing-masing di atas, saya pisahkan ke postingan berikut, FYI Only: Alat Tempur Untuk Membaca Buku Cetak!. Takut kepanjangan, jadi saya bagi dua saja! Kita ketemu di postingan sebelah yoh. Tapi kalau ada pertanyaan terkait tulisan ini, silakan berkomentar, GRATIS!

Wassalamualaikum wr.wb! Ayo ke sebelah!

BACA JUGA!!!

Read More
#FYI ONLY: ALAT TEMPUR UNTUK MEMBACA BUKU BESERTA FUNGSI DAN HARGANYA!

#FYI ONLY: ALAT TEMPUR UNTUK MEMBACA BUKU BESERTA FUNGSI DAN HARGANYA!

   Assalamualaikum, tulisan ini hanya bentuk informasi saja, A.K.A For Your Information (FYI) only. Dengan kata lain, tidak harus dipenuhi ataupun diikuti. Modal utamanya cukup buku doang, udah sebenarnya! Namun siapa tahu kalian butuh review atau informasi seperti ini yang sudah pernah punya pengalaman, maka silakan disimak tulisan berikut,

Alat Tempur Untuk Membaca Buku beserta Fungsi dan Harganya.  

   Tanpa banyak basa basi, langsung saja, simak poin-poin yang seharusnya ada untuk menunjang bahan literasi kita. BTW, of course, sudah musti punya buku/ebook tanpa saya harus membuatkan poin-nya.

1. Stabilo warna

   Fungsi stabilo warna ini saya sudah jelaskan pada postingan sebelumnya, silakan klik disini. Harganya pun cukup terjangkau, ialah Rp. 4.500/warna. Tetapi ada juga yang lebih murah, sekitar Rp. 3000,-an. Cuman isi tintanya itu sedikit dan gampang kering. Maka, saya sarankan beli stabilo warna yang seperti merk stabilo di atas (lingkaran merah), sebab stabilo tersebut harganya murah dan pemakaiannya cukup lama. Kualitasnya pun hampir sama dengan merk “Faber Castell”.
   Kekurangnnya adalah stabilo tersebut hanya tersedia empat warna saja. Sedangkan yang warna biru itu diperoleh dari merk lain dan harganya sekitar Rp. 5000,-an.
   Kita bisa siasati untuk memperkaya warna lain juga, misalnya warna Biru dulu yang dioles, kemudian didouble lagi dengan warna Pink, maka hasilnya bakalan jadi warna Ungu. Lalu gabungan warna antara Biru dan Hijau cerah, maka jadinya warna Orange

2. Spidol warna

   Fungsinya sebagai PENEGAS doang untuk menulis catatan-catan kecil yang perlu kita ketahui di buku bacaan kita. Harganya sekitar Rp. 1.500/warna dengan merk “Faber Castell” pula. Namun, warna yang tersedia emang hanya empat warna sesuai dengan foto di atas. Spidol ini juga membantu saya untuk mewarnai gambaran hasil visualisasi saya. 

3. Pulpen dan Pensil

   Biasanya saya gunakan untuk memvisualisasikan dalam bentuk gambar sketsa terkait apa yang telah saya baca, misalnya kayak foto-foto yang menghiasi blog saya ini. Itu merupakan bentuk visualisai terhadap apa yang telah saya baca. Harganya cuman Rp. 1000/pensil, begitupun juga dengan pulpennya. 

4. Penjepit Kertas 


   Disini saya mempunyai dua bentuk macam penjepit kertas. Penjepit ini sangat berfungsi ketika kita membaca di luar ruangan. Bagaimana tidak? Biasanya gaya dorong angin itu lebih besar daripada massa kertasnya. Dan itu sangat mengganggu ketika kita membaca di luar ruangan. Maka kita membutuhkan penjepit kertas agar lembaran bukunya tidak terdorong oleh angin. Harganya tergantung, kalau yang sesuai dengan foto di atas itu sekitar Rp. 4500/biji. Tapi ada juga yang harganya cuman Rp. 1.500/biji, tapi saya nggak sempat memotret bendanya. Kalau kualitas, sudah pasti lebih bagus di atas, sebab saya gunakan juga untuk menjepit kertas ketika menggambar. 

5. Sticky Note 

   Nah disini ada dua macam sticky note yang saya sediakan. Satunya berfungsi sebagai identitas bab/sub-bab pada buku, A.K.A yang ramping itu. Dan satunya lagi untuk saya tempel di dalam buku. Misalnya, ada yang perlu kita catat yang penting terkait isi paragraf yang kita baca, nah kita tulis di sticky note yang ukurannya lebih lebar. Lalu kita tempel di halaman buku yang koheren dengan catatan kecil tersebut. Jadinya buku-buku kita tetap rapi dan jauh dari coret-coretan tinta. Harganya, patok saja Rp. 6000/sticky note itu sudah aman.

6. Pelantang 

   Fungsi dari pelantang ini sudah saya paparkan pada tulisan berikut, klik disini dan silakan dibaca. Lanjut, gunakan pelantang tersebut pada saat membaca, baik di dalam maupun di luar ruangan. Nah pelantang yang ada di foto merupakan jenis earphone dan bisa dibawa kemana-mana. Kualitas suaranya pun lumayan bagus. Namun harganya saya kurang tahu, sebab bawaan dari Handphone. Tetapi ada banyak yang dijual di toko aksesoris Handphone, patok harga Rp. 15.000/earphone yang paling murah. Sedangkan untuk jenis Headphone, yang dipasang layaknya bando (agak gede), itu harganya (yang paling murah) sekitar Rp. 60.000-70.000/headphone

7. Water finger (Pembasah Jari) 

   Water finger ini berlaku hanya untuk pembaca yang berada di dalam ruangan. Sebab ukuran tempatnya cukup gede dan terbuka, apalagi sifatnya basah. Agak sulit dibawah kemana-mana.
  Water finger ini tidak diharuskan, karena biasanya orang hanya menjilat jarinya saja untuk membuka lembar demi lembaran pada buku yang dibaca. Namun FYI aja, apabila teman-teman memerlukannya juga, harganya cukup terjangkau, ialah Rp. 4.200/biji. 

8. Tempat Penyimpanan

   Secara main stream kita sebutnya “Tempat pensil”, iyakan? Maka simpanlah perlengkapan di atas dalam satu kesatuan menggunakan tempat pensil yang kita maksud. Hal ini sangat perlu untuk menghindari ancaman kelupaan, A.K.A lupa dimana kita menyimpan masing-masing perlengkapan di atas.  Jadi, gunakan tempat pensil khusus untuk menyimpannya.
   Apabila ingin membaca buku, langsung tarik saja tempat pensilnya, masukkan ke dalam tas dan siap digunakan. Sebab di dalam sudah tersedia semua perlengkapannya. Untuk harganya sendiri itu bervariasi, tergantung kualitas dan merk. Kalau saran saya, carilah yang memiliki banyak penyimpanan (kantong-kantongnya). Harga untuk jenis tempat pensil seperti di atas sekitar Rp. 15.000,-an seingat saya. 
PENUTUP

   Sudah itu saja yang kita perlukan sebenarnya, saya pribadi menyesuaikan dengan profesi sebagai content creator. Bukan hanya di Blog, tetapi juga di Youtube yang mengharuskan saya untuk banyak membaca dan menulis skrip video agar alur videonya sampai ke masyarakat. Terlebih saat ini, saya dibantu dengan percakapan boneka, maka skrip dialog pun harus ditulis. Dan itulah sebabnya perlu ditunjang juga hal-hal di atas sebagai alat tempur content creator; berimajinasi dengan banyak warna, menvisualisasikan imajinasi melalui gambaran, menandai yang penting-penting untuk dimasukkan dan masih banyak lagi keuntungannya. Kalaupun menurut teman-teman masih ada yang kurang, silakan berkomentar!


   Sebagai penutup, semoga tulisan di atas cukup informatif. Dan jangan ditunggu perlengkapan bacaannya itu lengkap untuk memulai membaca. Silakan membaca kapanpun dan dimanapun tanpa harus ada perlengkapan di atas, modal utamanya hanya buku/ebook saja yang musti ada. Tetapi bagi yang membaca buku cetak, maka jangan dicoret-coret apabila bukunya merupakan buku pinjaman. :)

    Sekali lagi bahwa tulisan ini hanya FYI (For Your Information) aja untuk memaparkan fungsi dan harganya. Sempat ke depan, teman-teman juga memerlukan, who knows? Eh BTW, beda tempat beli, mungkin beda harga juga kali. I don't know! Ciao!!! 

Read More
STUDY WITH ME: TOEFL STRUCTURE #1 DAN CARA MENGGUNAKAN STABILO WARNA PADA BUKU BACAAN

STUDY WITH ME: TOEFL STRUCTURE #1 DAN CARA MENGGUNAKAN STABILO WARNA PADA BUKU BACAAN

Assalamualaikum wr.wb, 
   Pada tulisan kali ini, saya bakalan meninjau ulang materi TOEFL tentang skill-skill yang perlu diketahui dalam menjawab soal-soal TOEFL, terutama pada bagian struktur dan penulisan. Mengapa? Sebab saya pribadi memerlukannya juga untuk mengulang apa yang telah saya pelajari.

   Disini, penulis hanya kebanyakan mereviewnya saja. Sebab jujur saja, saya belum mampu menyamai skor yang sesuai dengan standar jurusan saya. Apabila saya sudah melewati atau paling tidak menyamai standarnya, itu berarti metode belajar yang saya gunakan itu efektif (in shaa Allah) dan pasti saya bagikan nanti melalui tulisan atau bahkan video juga. Doakan saja! :) 

Baiklah, tanpa banyak basa basi, langsung saja! Simak review di bawah ini! 

1. Pastikan Setiap Kalimat memiliki "SUBJEK" dan "VERB"

    Berbicara mengenai Subjek dan Verb, nah berhubung karena ini pelajaran TOEFL. Maka izinkan saya untuk tidak menjelaskan, "apa itu Subjek maupun Verb yah?" Mengapa? Sebab TOEFL ini bukan lagi seputar dasar-dasar bahasa Inggris. A.K.A paling tidak, kita sudah harus memahami dasar-dasar bahasa Inggris terlebih dahulu sebelum masuk ke rana TOEFL. Jadi mohon maaf, teman-teman silakan berkunjung ke situs lain untuk mengetahui seputar subjek dan verb.

TOEFL is not about basics of English study. At least, you have understood all of the basics before you run on the TOEFL study :)
   Lanjut pada skill pertama! Nah disini, kita musti mampu menganalisis yang mana Subjek dan yang mana Verb pada soal-soal TOEFL's structure. Biasanya, salah satu di antara mereka itu hilang, dan musti ditemukan pada pilihan jawaban yang telah disediakan agar kalimatnya menjadi utuh.

Contoh soal

1. ___________ was backed up for miles on the freeway  
(A). Yesterday (B). In the morning (C). Traffic (D). Cars

2. The girl_________going to the movies with her boyfriend 
(A). He is (B). He always was (C). is relaxing (D). Will be

Silakan dijawab apabila teman-teman mengetahui jawabannya!
   Kuncinya adalah sebuah kalimat dalam bahasa Inggris harus mempunyai (paling tidak) satu subject dan satu verb agar bisa seimbang. Dengan demikian, hal yang pertama yang WAJIB kita lakukan ketika membaca soal-soal struktur pada tes TOEFL adalah menemukan subject dan verb-nya
   Ingat! Kunci di atas musti dihapal (bahkan diluar kepala), sebab hal tersebut yang menjadi DASAR/BASIC untuk menjawab soal-soat tes TOEFL's structure!  

2. Hati-Hati dengan "OBJECT OF PREPOSITION"

   Saya sedikit bingung gimana membahasa Indonesiakan-nya "object of preposition" ini, tapi yang jelas kita musti hati-hati dengan hal itu. Mengapa? Karena "object of preposition" biasa menyamar sebagai subjek, padahal itu bukan subjek loh. Hati-hati, jangan sampai kena tipu olehnya!

   Object of preposition merupakan sebuah kumpulan kata (tapi bukan kalimat) dimana object-nya ini berada setelah kata preposition. Namun permasalahannya adalah, mungkin tidak semua pembaca saya mengetahui, "apa itu object dan apa itu preposition?" Baiklah, saya tidak bisa mendefinisikan, tapi saya akan mencoba untuk memberikan pemahaman terkait Object dan Preposition.

 
   Object-nya ini ditandai dengan kata benda/noun(n), pronoun, gerund(-ing) atau bahkan noun clause.  Sedangkan preposition-nya ditandai dengan kata in, at, with, of, by, behind, on, below, above, dan seterusnya (A.K.A, Lihat foto diatas!). Nah, pada istilah "object of preposition" ini, biasanya ditandai dengan sebuah kata "preposition" yang sering berada di depan. 

Contoh Soal
With his friend________found the movie theater
(A). Has (B). He (C). Later (D). When 

Silakan dijawab apabila teman-teman mengetahui jawabannya!
   Lihat soalnya! Preposisinya selalu berada di depan. Kuncinya adalah apabila teman-teman melihat sebuah tanda kata Preposition yang diikuti oleh tanda kata noun, pronoun, gerund atau noun clause, maka kata-kata tersebut merupakan "Object of Preposition". Dan apabila "Object of Preposition" telah teridentifikasi, maka kata-kata tersebut bukanlah sebagai subject. Ingat, BUKAN SUBJEK!

3. Hati-Hati juga dengan "APPOSITIVE"

   Istilah "Appositive" dalam bahasa Indonesia disebut dengan "Aposisi" yang berfungsi sebagai pelengkap atau memperjelas ungkapan sebelumnya agar membentuk sebuah kalimat yang utuh. Sama halnya dengan "object of preposition" di atas, biasanya Appositive ini sangat rentang membuat kita ambigu dan terjebak sehingga pada akhirnya kita tertipu olehnya. A.K.A, kita tertipu bahwa sebenarnya itu bukan subject, melainkan appositive (pelengkap) dengan cara menghilangkan salah satu di antara Subject dan Appositive-nya pada soal-soal tes TOEFL's structure. Berikut contohnya, 

_________, Rul, is attending the meeting.
(A). Right now, (B). Happily, (C). Because of The Time, (D). A linguist

Ayo coba tebak jawabannya! :D 
    Mungkin teman-teman bakalan berpikir bahwa kata "Rul" di atas merupakan subject dari kalimatnya. Iya kan? Padahal bukan loh, tidak selamanya nama orang itu adalah subject. Nah, yang justru menjadi tugas kita adalah mencari "subject"-nya yang hilang.


   Rul itu merupakan appositive dimana Rul bertindak sebagai pelengkap atau memperjelas subject yang belum diketahui identitasnya. Dengan demikian, pilihan jawaban (A) dan (B) tidak mengidentifikasi sebagai "subject". Sebab ia bukan noun maupun pronoun, melainkan sebuah keterangan.

   Sedangkan jawaban (C) bisa saja benar, namun coba diperhatikan soal kalimatnya! Pada soal tersebut, terdapat tanda "koma (,)" di tengah-tengah kalimat, yakni di antara kata "Rul". Nah ini salah satu yang bisa menjadi dasar bahwa kalimat yang seperti di atas, terdapat banyak tanda "koma', itu merupakan tanda-tanda kalimat yang terjangkit istilah Appositive. Apabila tidak terdapat tanda "koma" di antara kata "Rul", maka jawaban (C) yang benar. Sebab, hal ini berhubungan dengan "Object of Preposition" di atas (skill kedua). Namun karena terdapat tanda "koma" di tengah-tengah kalimat, maka jawaban (C) dinyatakan kurang benar.

   Jadi, jawaban yang benar adalah (D), A linguist. Karena A linguist merupakan satu-satunya "pronoun" yang mampu menjadi subject. Namun identitasnya tidak diketahui, makanya kata "Rul" ini merupakan pelengkap bahwa seorang yang ahli ilmu bahasa tersebut bernama "Rul". A.K.A Appositive

Jadi, terjemahan dari kalimat:
A linguist, Rul, is attending the meeting.

Artinya:
Seorang ahli ilmu bahasa, Rul, sedang menghadiri rapat.

Penjelasannya adalah:

   "Seorang ahli ilmu bahasa" tidak diketahui identitasnya. Pertanyaannya adalah, "Siapakah orang tersebut yang ahli ilmu bahasa?". Maka dilengkapilah dengan sebuah nama, ialah "Rul" untuk mengetahui identitasnya. Kemudian dilanjut lagi dengan "kata kerja" dan "keterangan", ialah "sedang menghadiri rapat". Jadi, Rul ini merupakan sebuah Appositive.

A linguist juga bisa diidentifikasi sebagai "Appositive" apabila kalimatnya seperti ini:
Rul, A linguist, is attending the meeting


PENUTUP 
   Tadinya mau memaparkan sebanyak 5 skil dalam satu kali postingan. Tetapi kayaknya tulisan ini sudah cukup panjang. Takutnya teman-teman merasa bosan, jadi next postingan bakalan dilanjut lagi dengan skill-skill selanjutnya yang lebih menantang. BTW, kalau teman-teman masih kurang paham di atas, mungkin karena teman-teman belum mengetahui dasar-dasar bahasa Inggris dulu. Jadi, silakan meresearch sendiri di situs lain untuk belajar bahasa Inggris dasar sebelumnya. Dan setelah itu, beralih ke situs saya, oke?

   Sebagai penutup, semoga tulisan di atas cukup bermanfaat. Dan saya pernah punya janji tulisan terkait "cara menggunakan Stabilo warna ketika membaca buku", berikut foto bagaimana saya menggunakan Stabilo warna-warni di buku saya.



Catatan:
   Masing-masing warna memiliki arti sebagai bentuk identifikasi, "apakah kata ini sebagai Subject, Verb, Object of Preposition ataukah Appositive". Misalnya, warna untuk "Verb" itu adalah Orange, A.K.A Orens. Maka, berbeda dengan "Subject" yang berwarna Biru. Sedangkan yang berwarna Pink tersebut, saya gunakan ke kalimat-kalimat yang "Sangat Penting" untuk diketahui!

   Rempong yah? Iya, saya akui bahwa cara di atas cukup rempong atau bahkan rempong banget malah. Namun percayalah! Hasil studi mengatakan bahwa cara belajar yang baik adalah dengan menggunakan kedua otak kanan dan otak kiri. Dimana otak kanan berfungsi untuk mengidentifikasi warna, sedangkan otak kiri berfungsi untuk menganalisis. Oke? Sekian Wassalamualaikum wr.wb!

Sampai jumpa di postingan selanjutnya! Ciao!!!

BACA JUGA!!!

Read More
SUKA DUKA MENGELOLA KOMUNITAS LITERASI BACA DARI AWAL SAMPAI SEKARANG

SUKA DUKA MENGELOLA KOMUNITAS LITERASI BACA DARI AWAL SAMPAI SEKARANG

    Assalamualaikum wr.wb, selamat datang di rumah curhat saya disini. Bagaimana kabarnya pak/ibu/saudara(i)? Saya harap bapak/ibu/saudara(i) sekalian dalam keadaan sehat wal'afiat, aamiin-aamiin yah Rabbal al-aamiin. BTW, silakan duduk pak/ibu sambil menikmati kopi dan tehnya sembari membaca curhatan saya ini. Walaupun sebenarnya nggak penting-penting amat sih curhatannya. :D


    Saya sedikit yakin bahwa yang membaca curhatan ini adalah sebagian besar dari kalangan penggiat literasi. Maka, izinkan saya untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu yah pak/ibu; Nama saya Hasrullah, saya salah satu penggiat literasi BACA (Balla' Cara'de Anak) yang terletak di pasar Induk Minasa Maupa kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Tetangganya kota Makassar), selengkapnya klik disini.

   Nah saat ini, alhamdulillah BACA telah berumur kurang lebih dua tahun setengah yang telah resmi dibangun sejak akhir Januari 2016. Ide dari nama BACA tersebut dibantu oleh salah satu penasehat saya yang tidak bosan-bosannya membimbing dan mengarahkan saya untuk tetap bermanfaat terhadap sesama. Beliau bernama Ibu Syahruni Junaid, seorang penggiat sastra anak yang merupakan bidang keahliannya.
 
    Penyebab dari BACA (Balla' Cara'de Anak) ini didirikan adalah adanya teguran keras dari tuhan untuk saya pribadi. Mengapa demikian? Sebab pada saat itu, saya masih aktif-aktifnya menjalani kuliah dan lintas organisasi dimana-mana. Saya pun ditegur dengan cara yang kurang wajar menurut saya.  Ialah melalui kecelakaan lakalantas yang menyebabkan saya harus beristirahat total selama kurang lebih setengah tahun (Fraktur Tibia dan Fibula, eke'eh patah kaki bagian lutut). Bisa dibayangin dong pak/ibu betapa bosannya saya tinggal di rumah yang hanya bisa terbaring lemah dan tak berdaya? Apalagi kita ini sebagai laki-laki yang notabennya cepat bosan tinggal di rumah dan cenderung aktif organisasi. 
    Yah udah deh pak/bu, sebulan saya terbaring dan gak ngapa-ngapain bagaikan kutu bantal, saya pun memanggil anak-anak untuk menemani keseharian saya dengan cara berbagi ilmu dan bersenang-senang dengan mereka. Apalagi anak-anak kan bawaannya ceria, tidak gampang sedih dan stress, maka terpengarulah saya yang (mungkin) bisa menyebabkan awet muda juga. Aamiin-aamiin.

   Dan berkat mereka (anak-anak), saya merasa tidak terlalu sulit untuk menjalani musibah tersebut. Sebab mereka bisa membantu saya apabila ada hal-hal yang saya perlukan. Maklum pak/bu, saya nggak bisa ngapa-ngapain soalnya, hanya bisa terbaring lemah. Kalau pun mau jalan, musti pake tongkat. Lihat fotonya -__-
   Tiga bulan berlalu, saya mulai berjalan bagaikan anak bayi yang sedang belajar jalan menuju emma'nya. Rasanya itu seperti ini pak/ibu, kakinya udah sembuh sedia kala, eke'eh tulangnya udah nyambung kata dokter. Tetapi saya masih perlu beradaptasi lagi agar bisa seimbang pada saat berjalan. Soalnya kaki ini lama nggak difungsikan, jadinya kadang saya jatuh dan merasa takut pak/bu. Itu yang dirasakan juga oleh anak bayi pada saat belajar jalan :D 

   Dan setelah enam bulan kemudian, alhamdulillah saya pun diberi kesembuhan. Dan disitu saya mulai merasakan kedewasaan bahwa teguran tuhan ini adalah sebuah kode yang membuat saya peka terhadap potensi masalah yang ada di masyarakat dan lingkungan sekitar saya, utamanya anak-anak. Ialah sudah cukup saya menjadi pengekor (pengikut) organisasi untuk memperbaiki daerah orang lain. Sedangkan di daerah sendiri belum diperbaiki yang justru lebih membutuhkan. Dan kini saatnya menjadi pelopor untuk memperbaiki daerah dan lingkung sendiri, asyik :D. Melalui BACA (Balla' Cara'de Anak), saya bisa mewujudkan apa tujuan dan maksud dari tuhan memberikan musibah tersebut.

Logikanya adalah coba kalau saya nggak mengalami musibah pada saat itu, mungkin saat ini BACA belum ada atau bahkan nggak ada sama sekali. Dan akibatnya saya pun nggak bakalan mengenal orang-orang hebat seperti bapak/ibu dan saudara(i) yang sedang membaca ini. Iya nggak? Hehehehe..  
   Setelah sembuh total, saya pun mengoptimalkan struktur BACA ini dengan mengajak kawan-kawan peneliti di UKM riset untuk turut serta membangun BACA. Disinilah kami  merumuskan namanya dan membuat penelitian untuk mendapatkan bantuan fasilitas, serta mengadakan program-program pengabdian masyakarakat. Dan tahu nggak hadiah tuhan apa pak/ibu? *Bismillah..

Klik Disini Gambarnya
*Gedungnya di sebelah kanan ketika langsung diklik.
Foto Malam Hari

   Kami dipercaya oleh pemerintah setempat untuk memegang sebuah gedung besar dan luas tanpa harus membayar biaya sepeser pun; gratis listrik maupun air. Lalu pihak instansi memberikan tunjangan fasilitas ATK; papan tulis besar layaknya sekolahan untuk menghiasi ruangan sebesar itu. Dan juga dinas sosial yang turut serta membantu memberikan sumbangan ATK. Gedung tersebut benar-benar seperti milik BACA, kunci gedungnya hanya dipegang oleh Kepala Pasar Induk Minasa Maupa, Satuan Pengamanan dan pengurus BACA (Balla' Cara'de Anak).
   Pada saat itu, saya pribadi belum mengenal nih program pemerintah Indonesia tentang Free Cargo Literacy. Ialah tunjangan pengiriman buku secara gratis ke seluruh Indonesia melalui Pos Indonesia. Dan lewat program tersebut, ternyata penggiat literasi bisa mendapatkan donasi-donasi buku dari berbagai daerah di Indonesia. Namun sebelum BACA terdaftar FCL, strategi kami untuk mendapatkan donasi buku adalah kami memanfaatkan mahasiswa(i) di kota Makassar bagi yang ingin mengadakan kegiatan Mubes (Musyawarah Besar), Lihat gambar.

   Pihak BACA akan memfasilitasi gedungnya untuk digunakan Mubes atau kegiatan lain apabila mereka siap menyumbang buku-buku yang masih layak pakai untuk peserta didik BACA. Dan alhamdulillah strategi tersebut sangat ampuh mengundang banyak organisasi mahasiswa untuk menggunakan gedung BACA. Mungkin karena bentuk bayarannya cukup dengan donasi-donasi buku bekas, sebab kami memang telah sepakat untuk tidak menerima fresh money.

    Seiring berjalannya waktu, seluruh universitas negeri yang ada di kota Makassar telah berjalin kerjasama dengan BACA, khususnya untuk organisasi-organisasi mahasiswa; Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Organisasi Daerah (Organda), Program Pengabdian Masyarakat Jurusan, Himpunan Mahasiswa Jurusan, dan lain sebagainya, . Dan sebenarnya, saat ini ada tawaran lagi dari salah satu jurusan di universitas negeri untuk mengadakan pengabdian masyarakat di BACA. Namun saya mengalihkan program tersebut ke TBM lain bernama "Ruang Abstrak" di kota Makassar, sebab saya dan teman-teman lain sedang menyusun tugas akhir, eke'eh skripsi :'). 
Mohon doanya dilancarkan dan dipermudah untuk merasakan wisuda tahun ini, in shaa Allah, aamiin-aamiin yah Allah. 

Di atas itu cuma enaknya doang yang saya paparkan, berikut cobaan dan solusinya; 

    Cobaan yang sering kami alami selama mengelola BACA ini adalah dimulai dari anak-anak pasarnya terlebih dahulu. Itu sumpah demi apa pak/bu, mendidik anak-anak pasar yang notabennya (maaf, bahasa kasarnya) bandel-bandel, kerasa banget capek dan sakitnya tenggorokan ketika ada sesi kelas pelajaran. Apalagi kalau udah berantem sesamanya, bahasa kotor pun pada keluar tanpa pandang bulu. Kalau orang Makassar pasti sudah pada tahu tentang apa-apa saja bahasa kotornya orang Makassar. Dan hampir dipastikan, bahasa kotor itu semua sering saya dengar dari mulut anak-anak pasar disini. Kakak-kakak pengajar lain pun kadang mengeluh. Bahkan ditangani sebanyak tiga kakak pengajar, ditambah saya satu sebagai pengawas. Tapi seru sih kalau lagi aktif-aktifnya belajar. Apalagi kalau ada sesi tanya-jawab, itu anak-anak aktifnya bukan main. Sebab biasanya ada hadiah cemilan untuk mereka. Lihat gambar

    Selanjutnya, pada saat KKN (Kuliah Kerja Nyata). Selama dua bulan kami harus jauh dari BACA, dan pada saat itu lagi musim hujan. Akibatnya, terdapat banyak buku yang basah hingga tidak layak lagi terpakai. Seingat saya cuma menyisahkan kurang lebih 30-an buku yang masih layak pakai setelah dikeringkan. Selebihnya malah ngga bisa dibuka lembaran demi lembaran (lengket) dan susah untuk digunakan kembali. Terus, fasilitas pengeras suara kami hilang dicuri entah siapa. Dan ternyata, selama kami nggak ada di lokasi BACA, beberapa orang menyalahgunakan gedungnya yang ditandai adanya kartu domino dan botol-botol minuman keras di dalam gedung tersebut. 

   Seperti yang saya bilang di atas bahwa yang memegang kunci gedung itu hanya Kepala pasar, Satpam dan kami sebagai pihak BACA. Dan satpam-satpam itu sebenarnya adalah preman pasar yang diangkat oleh kepala pasar. Namun saya pribadi tidak mau su'udzon siapa yang telah mencuri, berjudi dan minum-minuman keras di gedung tersebut. Tetapi apa daya, yang namanya menumpang, itu emang sangat nggak nyaman. Apalagi gratis, terbatas untuk menuntut. Apabila menuntut, takut diusir.   

    Nah karena ketidak nyamanan itulah, saya pribadi bertekad untuk menabung duit sedikit demi sedikit untuk membangun ruangan baru, dibantu oleh dana orang tua juga yang saya (ceritanya) pinjam. Pihak keluarga memiliki tanah kosong di depan rumah, pas banget dengan keramaian pasar yang ditempati nongkrong oleh anak-anak. Lebarnya empat meter dan panjangnya satu meter yang siap dibangun ruangan. Dan cocoknya sih dijadikan sebagai ruangan buku aja, sebab nggak luas-luas amat. Namun papan tulisnya bisa muat apabila dipaksakan. Konsepnya sih ada perpustakaan di tengah-tengah pasar. Lihat foto awal

    Diskusi demi diskusi dengan orang tua, alhamdulillah ruangannya pun dibangun sedikit demi sedikit dan akhirnya 90% berhasil. 5%-nya tinggal mewarnai tembok, dan 5%-nya lagi pengadaan rak-rak buku untuk para donatur buku. Lantainya udah bagus, walaupun bukan berupa tehel. Sedangkan pintunya sendiri diambil dari rumah saudara (kakak) yang tadinya itu adalah pintu jendela sebenarnya. -,-" Lihat foto akhir, 90% Jadi.
   Lalu, gimana cara saya membayar pinjam ke orang tua? Salah satunya dengan mengikuti lomba-lomba kemahasiswaan pada kompetisi karya tulis ilmiah. Mungkin beberapa penggiat literasi udah pada tahu, sebab saya sering meminta doa ke group WA literasi kalau sedang mengikuti lomba-lomba hehehe. Kita ngga tahu doa siapa yang akan dijabah oleh tuhan, kan? Terus kalau menang atau menjadi pemakalah konferensi (nasional/internasional), ada tunjangan juga dari kampus bagi yang telah mengharumkan nama universitas. Ditambah dengan iklan-iklan di rumah curhat saya ini, plush mencoba menjadi konten kreator di Youtube Channel.
    Oh iya, tuhan nggak pernah tidur, disaat kita terpuruk, silakan meminta petunjuk kepada tuhan. Misalnya tadi nih yang buku-bukunya pada basah dan rusak disebabkan faktor alam. Tuhan pun memberikan petunjuk dengan memperkenalkan saya tentang Pustaka Begerak Indonesia, dan orang pertama yang saya kenal itu adalah bapak yang berinisial A untuk mendaftarkan BACA pada program Free Cargo Litercay demi mendapatkan dan mendistribusikan buku dari/ke seluruh Indonesia. 

    Selama saya mengenal program FCL di pustaka bergerak Indonesia, kemana pun saya pergi, saya merasa aman dan tidak akan pernah merasa hilang. Utamanya di kepulauan Jawa; Di Depok, ada Kak Chelly dan kak Bahtiar selaku penggiat literasi Universitas Indonesia. Di Jakarta, ada Kak Mushollin, Kak Hasan dan kak Irfan yang merupakan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta sekaligus pengelola Kampung Pendidikan. Di Solo, ada Bapak Onok Slastiyan dan Kak Aris Hidayatulloh selaku pengelola Rumah Baca Tirai Ilmu, mahasiswa Universitas Gadja Mada. Di Mandar Sulawesi Barat, ada Kak Hasan lagi yang emang berasal dari Polewali Mandar dan kini kak Hasan telah berhasil menjadi salah satu dosen di tanah Mandar.

    Selanjutnya mungkin di Kabupaten Bone, ada Kak Irfan. Lalu di kota Malang, ada Bapak Anandito selaku pengelola Sanggar Literasi. Di Yogyakarta, ada ibu Asmariah Supriadi. Di Pulau Natuna, ada bapak Faisal sebagai pengelola literasi di Pulau Natuna dan pokok'eh masih banyak lagi yang belum sempat disebutkan hehehe. In shaa Allah berkat beliau-beliau yang saya hormati, saya pribadi merasa aman apabila ada kegiatan di luar kota maupun di luar pulau. Luar biasa nikmat tuhan dengan menjalin kekeluargaan bersama mereka.
   Selanjutnya, yang menjadi hambatan adalah mengatur waktu untuk menjalani semuanya; Komunitas literasi, kuliah, Blog dan Youtube yang benar-benar musti profesional. Ada banyak sekali program-program kuis untuk mendapatkan donasi buku. Namun karena kendala waktu yang sulit diatur, akhirnya saya belum mampu mengoptimalkan pengadaan buku-buku di ruangan baru BACA. Terlebih saat ini sedang menggarap tugas akhir (skripsi), target saya bulan Desember 2018 agar bisa diwisuda. Sedangkan di bulan September 2018 saya masih pesimis, penyebabnya karena saya belum menjalani ujian proposal sama sekali. Padahal teman-teman semua sudah pada lama ujian proposal, bahkan targetnya di bulan September 2018.

   BTW kalau bahas skripsi, nyesek rasanya yah Alloh. Mohon doanya dilancarkan yah pak/ibu, suadara(i)ku! Sekali lagi, saya nggak tahu bahwa doa siapa yang akan dijabah. Makanya saya cukup percaya diri untuk meminta doa ke siapa pun. Termasuk ke bapak/ibu dan saudara(i)ku sekalian.

    Sebagai penutup, saya ucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan dan doanya selama ini. In shaa Allah, saya dan teman-teman BACA lainnya tidak akan mengecewakan kepercayaannya. :)
Wassalamualaikum wr.wb.

Hormat saya mewakili seluruh pengurus BACA.
AngelElatul FajrahFitrahLilisHasrullah

Untuk mengetahui alamat BACA, silakan Klik disini yang in shaa Allah akan memanjakan mata.
Like juga Facebook fanspage BACA (Balla' Cara'de Anak).
Read More